Blitar, blok-a.com – Upacara adat Larung Sesaji yang diadakan di Pantai Serang, Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar merupakan tradisi Jawa yang secara turun temurun dilakukan setiap bulan Suro atau Muharam.
Tradisi tahunan yang digelar, Selasa (09/07/2014) tersebut, dihadiri Bupati Blitar Rini Syarifah, Forkopimda Kabupaten Blitar, OPD Terkait, Camat se-Kabupaten Blitar, Kades se-Kecamatan Panggungrejo, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan warga masyarakat Desa Serang, serta masyarakat Blitar Raya.
Larung Sesaji di Desa Serang ini memang menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Blitar.
Tradisi tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah dan juga sebagai upaya untuk melestarikan budaya leluhur.
“Kami hari ini melaksanakan acara Larung Sesaji ke Laut Selatan. Bucengan lanang dan wadon yang dilarung tadi adalah hasil bumi dari Desa Serang. Selain itu, acara yang diikuti oleh warga masyarakat Desa Serang ini, juga menyertakan perebutan tujuh gunungan yang melambangkan tujuh abad berdirinya Kabupaten Blitar. Semoga dengan selesainya acara Larung Sesaji ini, Desa Serang semakin maju dan warganya semakin sejahtera,” kata Kepala Desa Serang, Dwi Handoko.
Lebih lanjut Dwi Handoko menjelaskan, upacara Larung Sesaji ini, dimulai dengan prosesi arak-arakan yang membawa hasil bumi dari Desa Serang menuju pantai Selatan.
Hasil bumi tersebut kemudian dilarung atau dihanyutkan ke laut Selatan sebagai simbol persembahan kepada Sang Pencipta.
“Setelah prosesi larung sesaji, warga masyarakat Desa Serang berbondong-bondong untuk memperebutkan tujuh gunungan yang telah disiapkan. Gunungan tersebut berisi berbagai hasil bumi dan makanan tradisional yang dipercaya membawa berkah bagi siapa saja yang berhasil mendapatkannya,” jelasnya.
Selain sebagai wujud syukur dan pelestarian budaya, acara tersebut, juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga setempat melalui sektor pariwisata.
“Dengan banyaknya wisatawan yang datang, masyarakat Desa Serang dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan produk-produk lokal mereka. Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar juga berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan potensi wisata budaya di daerah ini,” imbuhnya.
Masyarakat Desa Serang berharap tradisi ini akan terus dilestarikan dan menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Blitar yang dapat menarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Dengan demikian, Desa Serang dapat semakin dikenal dan maju, serta kesejahteraan masyarakatnya dapat terus meningkat,” pungkasnya. (jar/lio)









