Kota Malang, blok-a.com – Porprov IX Jatim 2025 ini bakal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kota Malang sebagai tuan rumah ingin membuat nuansa baru di Porprov IX Jatim.
KONI Kota Malang kini tengah mempersiapkan konsep Sportourism itu diterapkan di Porprov IX Jatim di bulan Juni 2025.
Sekretaris KONI Kota Malang, Joko Purwosusanto menjelaskan, Sportourism ini perpaduan prestasi olahraga dan juga wisata, budaya, UMKM, dan industri olahraga.
“Tujuan utama kita tetap prestasi olahraga. Pengertian KONI Kota Malang Sportourismnitu kan olahraga wisata, jadi perpaduan antara prestasi olahraga, wisata, budaya, UMKM, dan juga industri olahraga,” kata dia ke blok-a.com.
Joko menegaskan, konsep Sportourism ini tidak akan mengubah tujuan utama KONI Kota Malang untuk meraih prestasi olahraga. Apalagi KONI Kota Malang optimis meraih juara umum di Porprov Jatim ini.
Namun, konsep Sportourism ini sendiri dihadirkan KONI Kota Malang untuk menghibur penonton, dan keluarga atlet yang dari luar kota. Nantinya di sejumlah venue ada panggung hiburan.
“Mungkin selama ini kita dalam suatu event pertandingan orang kan yang dilihat hanya pertandingan tersebut. Misalkan sepatu roda ya hanya sepatu roda. Di dalam Sportourism kita kemas selain ada sepatu roda ada panggung hiburan,” bebernya.
Joko menambahkan, Sportourism juga bakal menghubungkan olahraga dengan wisata. Jadi selama Porprov IX Jatim berlangsung kontingen dari luar kota diarahkan untuk berkunjung ke tempat wisata-wisata yang terkenal di Malang, seperti Bromo, dan juga tempat wisata lainnya.
“Kota Malang ini kan dalam kota ini tidak banyak wisata. Tapi di sekitar Kota Malang ada Bromo, dan banyak wisata di Kota Batu. Sekiranya bagi pengunjung dari daerah lain bisa berkunjung atau berwisata saat event berlangsung,” jelasnya.
Dalam Sportourism ini, kata Joko, juga akan melibatkan UMKM. Porprov IX Jatim bakal menjadi magnet penonton. Mereka bakal datang dari luar kota. Nah untuk memanjakan lidah mereka selama menonton pertandingan, UMKM pun dihadirkan di venue-venue pertandingan.
“Karena dengan banyaknya penonton dari luar daerah, dia akan butuh namanya kuliner, butuh namanya oleh-oleh dan setidaknya makan minum di saat mengawal pertandingan itu,” kata dia.
Industri olahraga juga akan dilibatkan di Porprov IX Jatim ini. Kata Joko, industri olahraga itu adalah pengusaha, Jersey, atau peralatan olahraga asli atau lokal Malang.
Industri olahraga asli Malang ini akan diperkenalkan pula selama Porprov IX Jatim berlangsung.
Akan ada booth atau tenda yang disiapkan bagi pengusaha peralatan lokal Malang untuk memperkenalkan produknya.
“Misalnya ada pertandingan bulu tangkis ya diperkenalkan. Jadi oh ternyata raket produksi Malang bagus. Hal ini juga akhirnya mau tidak mau dia beli raket itu,” kata dia.
Tujuan dibuat konsep Sportourism ini di Porprov IX Jatim khususnya di Kota Malang adalah untuk mendongkrak PAD Kota Malang juga, selain memanjakan penonton dan atlet.
“Dengan poinnya orang luar kota datang ke Malang hunian hotel penuh, kulineran ramai. Omzetnya naik oleh-oleh UMKM naik. Kan nantinya PAD juga terdongkrak. Tapi tujuan kita tetap prestasi olahraga yang utama,” tuturnya.
Sportourism ini juga bakal menjadikan calon-calon atlet di Malang ini terinspirasi. Dengan ramainya penonton nantinya, dan semakin dikenalnya atlet saat bertanding, diharapkan calon atlet nantinya terinspirasi untuk menjadi atlet. KONI Kota Malang pun bakal mudah melakukan penjaringan dan pembibitan atlet.
“Ini kan akan menarik penonton, anak-anak kita yang nonton akan tertarik sebagai atlet, sehingga semakin banyak warga Kota Malang yang tertarik menjadi atlet. Otomatis penjaringannya nanti akan semakin banyak,” tutupnya. (bob)









