Gresik, blok-a.com – Peringatan haul ke-520 Kanjeng Sunan Giri berlangsung khidmat. Puluhan warga dan keluarga besar keturunan Kanjeng Sunan Giri atau Kaum Giri menggelar tahlil bersama di kawasan makam Sunan Giri, Rabu (8/10/2025).
Doa dan lantunan tahlil terdengar syahdu. Di tengah guyuran angin sore, para jemaah menundukkan kepala, memanjatkan doa untuk sang Wali Songo yang telah berjasa menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, khususnya di Gresik.
Ketua Umum Kaum Giri, Ainul Ghoerry, menyampaikan harapannya agar keberadaan makam Sunan Giri terus membawa berkah bagi masyarakat sekitar.
“Mudah-mudahan dalam apa itu untuk lingkup masyarakat daerah Giri ini mudah-mudahan lebih mendapatkan keberkahan dari Mbah Sunan Giri,” ujarnya.
Dalam momentum haul kali ini, Kaum Giri juga mengundang sejumlah pihak, mulai dari perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, kepala desa setempat, hingga masyarakat sekitar kawasan makam. Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk penghormatan terhadap warisan sejarah dan spiritual Gresik.
Perwakilan Pemkab Gresik, Kepala UPT Pariwisata Disparekrafbudpora, Suwarto, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara tersebut.
Menurutnya, makam Sunan Giri merupakan salah satu dari empat situs cagar budaya tingkat nasional di Kabupaten Gresik yang selalu ramai dikunjungi peziarah.
“Kami yang dibidang pariwisata, lokasi makam Mbah Sunan Giri dipromosikan atau tidak, insyaallah tamu sudah banyak. Tugas kami, hanya mengantar para tamu Mbah Sunan Giri,” pungkasnya.
Peringatan haul kali ini juga menjadi simbol persatuan. Sebelumnya, Kaum Giri dan Yayasan Sunan Giri telah menandatangani perjanjian bersama di Kantor Kecamatan Kebomas pada Selasa (19/8/2025) lalu.
Dalam perjanjian itu, kedua pihak bersepakat untuk bersatu dalam pelaksanaan kegiatan haul dan pengelolaan situs makam Sunan Giri.
Mereka menunggu pembentukan kepengurusan baru melalui akta notaris yang dijanjikan, difasilitasi oleh DPRD Kabupaten Gresik. Harapannya, peringatan haul di tahun-tahun mendatang dapat digelar lebih besar dan solid, menjadi momen religius dan budaya yang mempererat masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan ini, makam Sunan Giri tak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga simbol sejarah, spiritualitas, dan persatuan masyarakat Gresik.(ivn/lio)










Balas
Lihat komentar