Mojokerto, blok-a.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (K.A.I) Jawa Timur menggelar kegiatan refreshment dan koordinasi di Camping Ground Alas Veenuz, Trawas, Mojokerto. Acara yang berlangsung dua hari, Sabtu-Minggu (18-19/10/2025), ini mengusung tema “Memeluk Bumi, Menjaga Keseimbangan dan Harmoni.”
Ketua DPD K.A.I Jawa Timur, Adv. Roni Wahyono, S.H., M.H., menyebut kegiatan ini bukan sekadar penyegaran organisasi, melainkan ajang refleksi diri bagi para advokat.
“Refreshment kali ini kami maksudkan sebagai ruang kontemplasi bagi Pengurus dan Anggota Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia Provinsi Jawa Timur agar kembali kepada hakekat hidup nan bersahaja dan tidak terjebak dalam dunia gemerlap advokat yang memabukkan dan gaya hidup hedonisme advokat yang seringkali ditunjukkan di ruang publik,” kata Roni saat ditemui di lokasi acara, Minggu (19/10/2025).
Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan menghidupkan kembali nilai kebangsaan dan etika profesi advokat yang mulai terkikis oleh arus liberalisasi organisasi hukum.
“Selain itu juga untuk merevitalisasi value, baik nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai profesi advokat yang mulai tergerus ditengah Liberalisasi Organisasi Advokat,” tambahnya.
Acara ini turut dihadiri sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) K.A.I. Mereka di antaranya Erman Umar, S.H. selaku Penasehat K.A.I dan mantan Presiden K.A.I periode 2019–2024, Adv. Aprillia Supaliyanto, S.H., M.M. selaku Ketua Dewan Kehormatan, Adv. Mohammad Fajar, S.H., M.H. (Wakil Sekretaris Jenderal), serta Adv. Farchat Baabdillah, S.H., yang mewakili Presiden K.A.I Adv. Dr. Nasrullah Nawawi, S.H., M.M., M.H. dan Sekretaris Jenderal Dr. (C) Antoni, S.H., M.H.
Kegiatan dibuka pukul 15.00 WIB dengan upacara bendera, dipimpin oleh Ketua Dewan Penasehat K.A.I, Erman Umar, S.H., sebagai inspektur upacara. Ada sekitar 62 peserta yang ikut dalam kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Erman menilai kegiatan seperti ini penting untuk menjaga jati diri advokat di tengah perubahan zaman.
“Kegiatan semacam ini selain akan menguatkan eksistensi Kongres Advokat Indonesia juga menyegarkan kembali nilai kebangsaan yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945, sebagai pedoman, pandangan, dan petunjuk hidup bagi anak bangsa yang harus dijiwai (Way of Life) dan nilai-nilai profesi, Kode etik profesi (Code of conduct) sebagai landasan moral atau kaidah perilaku (self control) maupun 7 (tujuh) Ikrar Advokat K.A.I,” jelasnya.
Erman Umar juga menyinggung agar para advokat tidak melupakan dasar ideologi bangsa ketika nanti dipercaya menduduki jabatan publik.
“Jangan sampai ditengah hiruk pikuknya perubahan jaman, ketika nanti Advokat K.A.I mendapatkan amanah sebagai pejabat publik kemudian gagap untuk sekedar melafalkan Pancasila ataupun UUD 1945,” ujar Erman dengan nada satir.
Suasana kegiatan semakin cair ketika seluruh peserta larut dalam games outbond yang digelar tim Alas Veenuz Trawas. Permainan-permainan itu sarat nilai seperti soliditas, kepedulian, integritas, profesionalisme, dan trust.
Malam harinya, panitia menampilkan Teater Themis dari DPD K.A.I Jawa Timur dengan judul “Rendezvous (Tunggu Aku di Pintu Surga)”. Penampilan ini jadi bentuk penghormatan kepada para senior dan jajaran DPP yang hadir.
Sesi koordinasi antar pengurus berlangsung hangat dan terbuka. Para pimpinan DPD dan DPC menyampaikan kritik, evaluasi, hingga refleksi atas perjalanan organisasi selama ini.
“Luar biasa… kegiatan seperti ini harus menjadi agenda nasional dan bisa dilaksanakan oleh seluruh DPD, agar nantinya dapat memutus ‘gap historical’ antara advokat muda dengan advokat senior dalam memahami retorika sejarah K.A.I,” kata Adv. Aprillia Supaliyanto, S.H., M.M. menutup perbincangan dengan wartawan.
Mengambil lokasi di tengah alam Trawas yang sejuk, kegiatan ini menjadi simbol ajakan untuk “memeluk bumi” bukan sekadar tema, tapi bentuk refleksi bagi para advokat agar tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan moralitas profesi.(sya/lio)










Balas
Lihat komentar