Situbondo, blok-a.com – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Situbondo dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali diwujudkan melalui penyaluran fasilitas kredit Kupedes kepada pengusaha rengginang lokal.
Salah satu penerima manfaatnya adalah Suparmi, pemilik UD Diana Indah, yang berhasil membawa produk rengginang khas Situbondo menembus pasar nasional.
Suparmi adalah pelaku UMKM asal Dusun Gumuk, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Ia memulai usahanya sejak 1994 dan kini telah menjadi pionir produksi rengginang di desanya. Produk cemilan tradisional ini bahkan mampu bersaing di tengah maraknya jajanan kekinian yang beredar di pasaran.
Kisah sukses Suparmi tidak lepas dari dukungan BRI Situbondo. Ia pertama kali bergabung sebagai nasabah pada 1992 melalui fasilitas Kredit Kupedes dengan pinjaman awal sebesar Rp2,5 juta. Berkat konsistensi dan kerja kerasnya, kini Suparmi telah menjadi nasabah ritel dengan plafon kredit hingga Rp200 juta.
“Banyak perubahan positif sejak saya bergabung dengan BRI. Produk rengginang saya kini sudah dikenal luas dan bisa dijumpai di berbagai jaringan ritel modern serta platform penjualan daring,” ujar Suparmi kepada blok-a.com.
Dengan omzet mencapai Rp40 juta per bulan dan produksi harian hingga satu kwintal, UD Diana Indah juga menjadi pemasok utama rengginang untuk LocaLoka – etalase produk UMKM unggulan BRI Regional Office (RO) Malang.
“Bahkan, saya pernah mewakili RO Malang dalam ajang Expo UMKM Nasional di Jakarta pada tahun 2023,” tambahnya.
Pemimpin Cabang BRI Situbondo, Nanang Sumbara, menyatakan bahwa kisah Suparmi menjadi bukti nyata keberhasilan pemberdayaan UMKM melalui dukungan pembiayaan yang tepat.
“BRI terus berkomitmen menjadi mitra terpercaya bagi UMKM. Kami percaya bahwa pemberdayaan UMKM adalah kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif,” ujar Nanang Sumbara, Kamis (19/6/2025).
Ia menambahkan, BRI secara konsisten menghadirkan solusi keuangan serta wadah promosi bagi pelaku UMKM, seperti program Pojok UMKM, LocaLoka, hingga pembinaan agar pelaku usaha mampu menembus pasar digital dan ritel modern.(cik/lio)










