Pedagang Hewan Kurban Kota Malang Alami Penurunan Omset Penjualan Akibat PMK

Kota Malang, Blok-A.com – Pedangang hewan korban keluhkan permintaan pasar menurun. Salah satunya berada di daerah Sulfat Kota Malang.

Penyebab terjadinya penurunan permintaan pasar salah satunya di sebabkan adanya virus PMK yang sedang marak beredar.

Masayarakat seolah was was dengan adanya wabah tersebut, mengingat banyaknya hewan terutama sapi yang terpapar wabah PMK.

Sehingga, lapak pedagang hewan kuran mengalami penurunan penjualan. Salah satunya adalah lapak milik Soleh di Jalan Sulfat Kota Malang.

Penjualan perharinya menurun drastis. Perharinya hanya kisaran 2-3 ekor kambing terjual. Satu kambing dijual Rp 3 juta sampai Rp 5 juta.

“PMK memang sapi yang banyak kena. Tapi kena imbas penjualan kambing. Biasanya sehari bisa 15 sampai 12. Sekarang cuma 2 sampai 3 itu bagus,” kata dia ditemui Blok-A.com, Senin (4/07/2022).

Sementara itu dari pantauan Blok-A.com tidak ada sapi yang dijual di lapak. Hanya ada kambing saja yang dijual di lapak pinggir jalan.

Adanya virus PMK sangat berimbas pada perekonomian pedagang hewan kurban di lapak dagang milik Soleh.

Permintaan hewan sapi pun menurun drastis, jikapun ada permintaan harus memesan dulu.

Tujuh hari dia berjualan, biasanya pelanggan akan meminta dipesankan sapi.

“Kan kalau ditaruh di sini gak bisa soalnya sakit kan orang takut. Biasanya saya cari ke Tumpang yang sehat-sehat,” ujarnya.

Harga hewan sapi pun ditaksir harga kisaran Rp 20 juta hingga Rp 30 juta perekor. Namun dengan adanya sistem pesanan itu, ditambah uang pemesanan sekitar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta tergantung jauh dekatnya sapi di peternak.

“Dan sementara ini ada yg mesan. 3 orang sudah mesan sapi dengan biaya tambahan itu,” kata pak sholeh, Senin(4/07/2022). (mg2)

Exit mobile version