Nelangsa Peternak Ayam di Blitar ‘Tertindas’ Produksi Jor-joran Peternak Besar

Salah satu kandang ayam milik peternak kecil/rakyat di Blitar. (blok-a.com/Fajar)
Salah satu kandang ayam milik peternak kecil/rakyat di Blitar. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok- a com – Beberapa hari terakhir produksi telur di tanah air melimpah. Bahkan pasokan telur di Sumatera mengalami penumpukan. Penjualan di pasar Jakarta dan Bandung juga over saking banyaknya telur.

Kondisi tersebut mengakibatkan harga telur terjun bebas hingga Rp19.000 per kilogram, bahkan bisa terjadi di bawah harga tersebut. Peternak ayam di Blitar pun merugi besar imbas penurunan harga telur ini.

Padahal, sebelumnya harga telur ayam di Blitar masih cukup tinggi yaitu kisaran Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogramnya.

Kesengsaraan peternak diperparah dengan naiknya harga jagung yang mencapai Rp6.500 per kilogram.

Melimpahnya produksi telur tersebut, disinyalir dipengaruhi oleh meningkatnya populasi ayam di kalangan peternak ayam, khususnya peternak besar yang terus menambah populasi ratusan ribu hingga jutaan ekor.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Gerakan Peternak Rakyat Indonesia (GAPRINDO) Kabupaten Blitar, Yasin.

“Seharusnya dengan penuh kesadaran diri sendiri, peternak besar mengurangi jumlah populasi, supaya peternak kecil/rakyat bisa hidup kembali. Jangan yang sudah besar terus menambah populasi ratusan hingga jutaan ekor. Ini hanya saran saja, karena di Indonesia saat ini belum ada regulasi ketataniagaan untuk industri ini,” kata Yasin, Rabu (30/08/2023).

Yasin menandaskan, akibat terus bertambahnya jumlah populasi tersebut, akan mematikan peternak kecil yang hanya memiliki 2.000 hingga 5.000 ekor.

“Kalau ini terus dibiarkan, akan mematikan peternak kecil yang keseharian hidupnya hanya tergantung pada bertenak,” pungkasnya. (jar/lio)

Exit mobile version