Guru di Kabupaten Malang Manfaatkan Ramadan dengan Jualan Takjil

Guru yang juga penjual takjil di Bulan Ramadan, Hamid di Jalan Oma Campus, Kabupaten Malang (Mahasiswa Magang Unitri, Olivia Yasinta Mantut)
Guru yang juga penjual takjil di Bulan Ramadan, Hamid di Jalan Oma Campus, Kabupaten Malang (Mahasiswa Magang Unitri, Olivia Yasinta Mantut)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Seorang guru di Kabupaten Malang memanfaatkan bulan Ramadan untuk menambah penghasilan. Caranya adalah dengan menjual takjil.

Dia adalah Hamida. Di bulan Ramadan ini dia memanfaatkan sore hari menjelang magrib untuk membuka lapak jualan takjil di Jalan Oma Campus, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

“Jualan takjil ini kami mulai dari hari pertama puasa,” ujar Hamida ke blok-a.com, Senin (10/3/2025).

Berkah Ramadan Bagi Pedagang Pasar Takjil di Belakang UM

Dia menjelaskan, usaha takjil ini dilakukannya untuk menambah penghasilan selama Ramadan. Berdagang takjil sendiri dipilihnya sebagai usaha sampingan selain guru, karena takjil banyak dicari saat bulan puasa.

“Soalnya semua orang pasti cari makanan buat buka puasa, jadi menurut saya ini peluang usaha yang tepat,” tambahnya.

Sementara itu, takjil yang dijualnya beragam mulai dari minuman segar seperti es jambu, es jeruk, hingga es coklat hingga kue-kue ringan, seperti strawberry cheesecake, coco milk cake.

“Kalau minuman dari Rp 5 ribu dan ada yang Rp 10 ribu. Kalau jajanannya Rp 7 ribu sampai Rp 10 ribu,” tambahnya.

Dia mempersiapkan jualannya sendiri sejak pukul 13.30. dia berangkat ke lapaknya. Meja sederhana dipenuhinya dengan jualan beragam minuman hingga jajanan ringan. Dia mulai berjualan jam 15.00 hingga tutup sampai sekitar jam 17.00.

Hamida menjelaskan, pendapatan dari jualan takjil ini tak menentu. Di hari pertama puasa, penghasilannya bisa mencapai Rp 600 ribu. Namun untuk hari-hari selanjutnya, penghasilannya menurun.

Bulan Ramadan, Ibu Rumah Tangga di Malang Cari Cuan dengan Jualan Takjil

“Di sini tidak terlalu ramai seperti di tempat lain, jadi peluang jualannya kecil, tapi lumayanlah untuk tambahan,” jelasnya.

Tak hanya itu, dia menyebut, persaingan jualan takjil ini cukup ketat di Jalan Oma Campus, Kabupaten Malang. Meskipun sepi pembeli, pedagang takjil cukup banyak.

Untuk itu, dia kadang mengganti jenis takjil yang dijualnya untuk menarik pembeli.

“Kadang kita jualan es jadi siangan. Bisa kalah saing juga. Strateginya paling putar harga atau ganti barang dagangan,” tuturnya.

Penulis: Mahasiswa Magang Unitri, Olivia Yasinta Mantut

Exit mobile version