Kota Malang, blok-a.com – Di bulan Ramadan yang biasanya meningkatkan minat masyarakat terhadap makanan, pedagang Mie Pangsit Ujang di depan Viva Futsal, Jalan Bunga Andong Barat, Kecamatan Lowokwaru, justru mengalami penurunan penjualan yang mengejutkan.
Hendri berjualan mie pangsit sejak tahun 2018. Yang biasanya menjadi langganan mahasiswa setempat, kini dia mengalami penurunan penjualan. Meski begitu ia tidak menyerah karena berjualan mie pangsit adalah pekerjaannya sehari-hari, baik saat bulan puasa maupun tidak.
“Hendri, pedagang mie pangsit Ujang mengatakan, bahwa selama bulan puasa, ia berjualan mulai pukul 15.00 sampai pukul 23.00 malam. Menurutnya, sejak memasuki bulan puasa, hanya beberapa orang saja yang datang untuk membeli.
Sedangkan, sebelum bulan puasa, ia biasa berjualan dari pukul 10.00 pagi sampai habis, dan biasanya sekitar magrib sudah habis.
“Sangat beda dengan hari biasa. Sebelum puasa itu bisa menjual hingga 100 porsi setiap hari, tapi saat puasa seperti ini, mungkin hanya seperempatnya, yaitu sekitar 24 porsi saja, jadi puasa ini malah berkurang banyak pembelinya,” jelasnya.
Sementara itu, para mahasiswa mulanya menjadikan mie pangsit ujang sebagai favorit mereka untuk membeli makan karena harganya yang murah.
Mie pangsit, mie ayam, dan mie barbar tersedia di sini dengan harga Rp 7 ribu untuk mie pangsit, Rp 8 ribu mie ayam dan Rp 8 ribu setengah untuk mie barbar nya.
Tak hanya itu, topping pun ada telur ayam, telur puyuh, ceker, kepala ayam, pentol kecil dan usus. “Pelanggan saya rata-rata dari kalangan mahasiswa,” kata dia.
Hendri juga mengatakan bahwa ia memilih fokus pada pelanggan tetap-nya dari pada berjualan di tempat-tempat lain seperti pasar takjil, meskipun selama bulan puasa ini penjualannya menurun.
“Kalau saya jualan lebih mementingkan pelanggan tetap, pelanggan kan tahunya saya mangkal di tempat ini setiap hari, kalau pindah kan kasihan yang pelanggan utama,” tutupnya.
Penulis : Mahasiswa Magang Unitri, Akroman




