Agronesian Getol Dorong Petani Kopi Malang Raya Go Ekspor

Pelatihan digital petani kopi Malang Raya oleh Agronesian. (dok. Ngalup.com)
Pelatihan digital petani kopi Malang Raya oleh Agronesian. (dok. Ngalup.com)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Anggota komunitas Ngalup Collaborative Network (Ngalup.co) yang bergerak di bidang pertanian, Agronesian memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan petani kopi di Malang Raya.

Sejak tahun 2019, Agronesian secara konsisten turut andil dalam pengembangan bibit kopi Malang. Mulai dari pembibitan, masa panen hingga pemasaran.

CEO Agronesian, Anggri Sartika Wiguna mengatakan, saat ini sudah ada 513 petani kopi dalam naungan Agronesian.

“Saat ini, sudah ada 513 petani kopi dari wilayah Dampit, Arjuno, Bromo dan Ijen yang bergabung. Kami saling membantu, saya di hilir, petani di hulu. Setiap hari, petani ini update proses pembibitan hingga panen. Saya di bagian pemasarannya,” jelas Sartika dalam keterangannya, Senin (17/4/2023).

Baca Juga: Econella, Sang Juara The East Hub Business Plan Competition Binus x Ngalup.co

Selama ini, Agronesian pun cukup getol melakukan pemasaran. Bahkan, produk biji kopi asli Malang ini sudah berhasil diekspor hingga ke UEA, Kanada, Singapore dan Malaysia.

“Dalam satu kali kirim, ukurannya MOQ, sekitar 1 MT (sekitar 1000 kg) sampai 20 MT, baik untuk jenis kopi robusta dan arabica,” kata perempuan yang juga Penasehat Kanal Ekspor Indonesia Regional Jawa Timur ini.

Tak heran, baru-baru ini, startup tersebut mendapatkan predikat sebagai eksportir biji kopi yang diapresiasi Pemprov Jatim dan ECS (Ekspor Center Surabaya) Kemerindag 2022 dan mendapat kesempatan dalam program ECP PPEJP Kementerian Perdagangan 2022.

Sartika mengaku, dirinya bergabung dalam komunitas startup pada tahun 2021-2022. Ia sangat tertarik dengan semangat positif yang diberikan oleh tim Ngalup.co.

“Saya belajar banyak hal untuk berkomunitas dan terbuka seperti Mbak Andin dan team sangat inspiratif dan easy going. Selain itu, saya sering dibantu dalam business dan knowledge management bases yang berdampak pada scale up bisnis saya,” papar dia.

Kemudian, ia juga kerap diajak untuk melakukan kegiatan positif yang turut mendongkrak petani ikut maju dalam perubahan zaman.

“Saya sering diajak berkegiatan positif dengan Ngalup, bagi saya yang saya berhubungan dengan petani dan UMKM sangat penting karena selalu penyegaran update teknologi,” lanjut dia.

“Saya juga ingin berjejaring lebih lagi dengan komunitas Ngalup karena banyak peluang penetrasi pasar produk digital di luar negeri,” tandas dia.

Sebagai informasi, sejak tahun 2017 berdiri, Ngalup.co tak pernah berhenti untuk membantu bisnis usaha rintisan (startup) bisa berkembang.

Untuk itu, mereka membentuk komunitas khusus sebagai wadah untuk berjejaring dan belajar bersama. Dalam komunitas ini, terdapat lebih dari 25 startup yang bergerak di berbagai bidang. Seperti teknologi, keuangan, pendidikan hingga pertanian.

CEO Ngalup.co, Andina Paramitha mengatakan, memiliki komunitas dalam bisnis kekinian menjadi faktor penting. Sebab, sektor komunitas yang dibuat berdasarkan kebutuhan segmentasi audience dari bisnis yang dibangun oleh Ngalup.co.

“Hal penting yang tidak bisa kami temukan tanpa komunitas adalah, fungsi meningkatkan inovasi, kreativitas, dan customer experience. Dari segi bisnis hal ini sangat memicu hal baik juga seperti halnya kepercayaan publik serta penataan citra yang baik di masyarakat luas,” kata Andin.

Selain itu, manfaat lain komunitas bagi bisnis adalah untuk meningkatkan brand awareness, menyediakan customer discovery, mengarah kepada kesuksesan konsumen hingga peningkatan loyalitas, menumbuhkan brand loyalty, hingga menumbuhkan kredibilitas.

“Berbagai jenis bisnis saat ini sudah mulai aware terkait pentingnya komunitas dibentuk, dan sebagai segment market sudah terbukti semakin butuhnya komunitas yang sesuai minatnya,” papat dia.

Bagi setiap bisnis, lanjut dia, pasti memiliki goals masing masing dalam membentuk komunitas.

“Kami ingin mencetak, mengumpulkan, dan dekat dengan para 24 content creator, 27 startup dan bisnis serta para dream chaser atau mahasiswa atau pelajar yang ingin mencapai cita-citanya dalam dunia kerja especially di startup,” lanjut perempuan yang akrab disapa Andien ini.

“Kami memiliki semangat bisnis dengan sebutan 3C: Collective, Connective, Collaborative,” kata dia.(lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?