BBM Langka, Persatuan Konsumen BBM Desak Kapolsek Masalembu Sanksi Tegas Pelaku !

Persatuan konsumen BBM Masalembu ketika mendatangi kantor Syahbandar Masalembu. (F: blok-a.com/Aldo)

Sumenep, Blok-a.com – Beberapa hari ini terjadi kelangkaan BBM jenis solar di Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep. Banyak konsumen BBM jenis Solar khususnya nelayan yang kesulitan untuk membeli Solar di beberapa toko atau kios.

Hal itu diungkapkan Ketua Persatuan Konsumen BBM Masalembu Haerul Umam. Menurutnya, Meski Kapal Tanker Pertamina yang membawa BBM untuk Pulau Masalembu baru saja datang di awal bulan Agustus 2022.

Berdasarkan data dari Pertamina Wilayah Jatim, kuota BBM untuk 2 Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) di Masalembu pada bulan Agustus 2022, untuk jenis Pertalite 80 KL, Solar 256 KL.

Anggota Persatuan konsumen BBM ketika mendatangi kantor Syahbandar Masalembu

Jika dilihat dari banyaknya kuota BBM untuk Masalembu, harusnya kebutuhan BBM tercukupi. Fakta di lapangan, konsumen masih saja mengalami kesulitan untuk mendapatkan BBM jenis Solar di beberapa toko atau kios.

“Sementara pembelian Solar di APMS dibatasi 15 orang setiap harinya dan perorang dibatasi 10 liter. Padahal kebutuhan nelayan lebih dari 10 liter setiap kali bekerja (melaut),” ujarnya pada awak media, Senin (15/8/22) malam.

Usut punya usut, informasi dari berbagai sumber, ternyata BBM yang ada di Pulau Masalembu banyak yang dibawa keluar Pulau Masalembu. Diduga dijual ke kapal-kapal besar seperti kapal cantrang, porsein dan kapal lainnya. Padahal BBM jenis Solar yang ada di Pulau Masalembu adalah BBM bersubsidi.

“Ini jelas-jelas dilarang. BBM itu dibawa menggunakan perahu diangkut lewat beberapa tempat. Seperti Pelabuhan Masalembu, Pelabuhan Elnusa (kampung proyek), dan juga di Kampung Baru,” beber warga Masalembu ini.

Atas kondisi ini, Persatuan Konsumen BBM Masalembu mendatangi Kantor Syahbandar Masalembu sekitar pukul 12.00 untuk menanyakan siapa saja pemilik kapal yang membawa BBM keluar Masalembu, Senin (15/8/2022).

Sebab menurut Persatuan Konsumen BBM Masalembu sesuai dengan tugas dan fungsinya, Syahbandar pasti mengetahui setiap kapal yang keluar masuk Masalembu. Saat di Kantor Syahbandar diterima langsung oleh Kepala Syahbandar Masalembu. Ada juga Kapolsek Masalembu dan beberapa anggotanya, dan juga perwakilan pihak APMS.

Dalam pertemuan tersebut, Persatuan Konsumen BBM menyatakan dengan tegas bahwa penyebab kelangkaan BBM di Pulau Masalembu adalah banyaknya BBM yang dibawa keluar Masalembu oleh beberapa oknum dan meminta harus ditindak tegas oleh pihak Polsek Masalembu selaku aparat penegak hukum.

Syahbandar harus melakukan pengawasan terhadap setiap aktivitas kapal yang melakukan bongkar muat BBM, jangan sampai terkesan ada pembiaran.

“Masyarakat banyak yang melihat BBM Bersusidi dibawa keluar Pulau Masalembu, hal ini sering terjadi dan terlihat aman-aman saja, sehingga dampaknya di Pulau Masalembu sering mengalami kelangkaan BBM. Pemerintah harus bertanggung jawab atas terjadinya kelangkaan BBM di Pulau Masalembu, tidak boleh lepas tangan begitu saja,” tuntutnya.

Sementara itu, Kapolsek baru Masalembu IPTU Mohammad Budi Santoso dikonfirmasi awak media menegaskan, akan menindaklanjuti dan meminta masyarakat agar menginformasikan bila mengetahui terdapat BBM yang dijual keluar Masalembu.

“Akan saya tindaklanjuti dan tolong diinfokan ke Polsek bila ada BBM yang dijual keluar Masalembu,” tegas mantan Kasattahti Polres Sumenep ini. (Aldo/Gatut)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com