Cegah Rubella Sindrom, Pemkot Malang siapkan 40 Ribu Vaksinasi untuk Anak

Kota Malang, blok-A.com – Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji, bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, gelar imunisasi tambahan dengan 40.000 vaksinasi untuk pencegahan rubella sindrom.

Program imunisasi tambahan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Malang ini, ditargetkan untuk anak usia 9 sampai 59 bulan. Yang mulai dilaksanakan pada bulan Agustus 2022.

“Untuk pelaksanaan imunisasi di minggu pertama dan kedua bulan agustus, dengan terget sekitar 40 ribu vaksinasi,” jelasnya.

“Sehingga dalam minggu ke tiga dan empat, untuk menyasar yang gak hadir di minggu pertama dan kedua hingga targetnya terpenuhi,” lanjutnya dr Husnul.

Pihaknya juga menjelaskan, adanya tujuan dari vaksinasi tambahan ini adalah untuk mencegah transmisi penularan dari adanya virus rubella.

“Misles rubella seperti yang sudah saya sampaikan diawal, untuk mencegah transmisi penularan dari pada virus rubellanya itu,” jelasnya.

Dr Husnul juga memaparkan, virus rubella tersebut berdampak buruk terhadap ibu hamil.

“Yang kalau kena anak yang di keluarganya terdapat ibu hamil, maka ibu hamil dapat tertular virus rubella tersebut,” tambah dr. husnul.

Pihaknya juga mengatakan, dampak yang akan terjadi jika ada ibu hamil yang tertular virus rubella maka calon bayi dalam kandungannya akan mengalami sindrom rubella.

“Jika terdapat ibu hamil yang tertular maka akan yang dilahirkan kombinental rubella cindrom,” ungkapnya.

Diakhir, sutiaji menghimbau untuk semua masyarakat Kota Malang agar mensukseskan imunisasi tambahan ini, dengan segera melakukan vaksinasi jika memiliki anak usia 9-59 bulan.

Sutiaji menegaskan, hal tersebut sebagai bentuk pencegahan terjadinya sindrom rubella pada anak di wilayah Kota Malang.

“Kolaborasi mengenai imunisasi antara pemerintah daerah dan tugas orangtua (kader pkk dan puskismas 5 di setiap Kecamatan Kota Malang) itu perlu untuk menjaga tumbuh kembang anak,” ungkap Sutiaji.

Sutiaji juga berharap untuk masyarakat yang telah hadir acara yang di selenggarakan Pemkot Malang ini memiliki nilai lebih mengenai pemahaman mengenai bahaya cindrom rubella.

“Saya harap untuk semua kalangan yang hadir di acara ini dapat menularkan ilmu kepada masyarakat luas agar bisa mengsukseskan program imunisasi tambahan ini,” ujarnya.

“Agar kota Malang tercinta ini bebas dari sindrom rubella,” tutupnya Sutiaji.

Sebagai informasi tambahan dari data yang diperoleh, dampak yang timbul dari adanya rubella cindeom pada calon bayi yang masih dalam kandungan akan terjadi kecacatan mental, fisiknya lemah, retinanya tidak berfungsi, mengalami kebutaan dan pendengarannya tidak berfungsi. (mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com