Kota Malang, Blok- A.com – Kementrian Perdagangan menargetkan percepatan digitalisasi di 1.000 pasar rakyat di seluruh indonesia tahun 2022-2024. Pembeli jadi lebih mudah dalam melakukan transaksi menggunakan QRIS di beberapa pasar, salah satunya Pasar Oro-Oro Dowo. Senin (25/07/2022)
Tim redaksi Blok-A.com ,menemui salah satu pedagang yang berjualan sayur disana. Mat’sai (63) menjelaskan bahwa penggunaan QRIS tersebut masih belum maksimal.
“Ada masih yang bayar pake QRIS, tapi kalo saya ribet. Orang tua yang berjualan disini juga bilang ribet mas,” tutur Mat’sai.
Mat’sai mengaku jika sudah ada yang berlangganan ditempatnya, bahkan dibolehkan untuk mengutang ketimbang bayar pakai QRIS.
“Kalo yang udah langganan, boleh ngutang disini, daripada harus pakai QRIS, ribet gitu lho, jadi uangnya itu ga langsung dipegang sama saya,” ucap wanita paruh baya tersebut.
Yang dikatakan Mat’sai bisa saja benar, pasalnya disejumlah toko pedagang, menutupi barcode QRIS tersebut dengan jualannya. Hal ini bisa berdampak juga bagi pembeli, untuk tidak menggunakan QRIS.
“Jadi yang bayar pake QRIS itu, diurus sama petugas pasar, uangnya kesana mas,” tutup Mat’Sai.
Salah satu pengunjung, Sholeh (45) menuturkan bahwa ia melakukan transaksi langsung menggunakan uang tunai.
“Belanja disini saya pakai uang tunai mas, ketimbang QRIS,” ujar Sholeh.
Harapannya, semoga Pedagang Pasar Oro-Oro Dowo bisa cepat untuk beradaptasi dengan percepatan digitalisasi ini. Ini akan mempermudah pembeli, untuk melakukan transaksi di pasar manapun menggunakan QRIS. (mg1/bob)










Balas
Lihat komentar