Malang, Blok-A.com – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) menanggapi kejadian viral seorang pemalak wisatawan di Wisata Gunung Bromo. Kejadian tersebut viral setelah diunggah oleh akun TikTok @aldidutcho pada Senin (20/06/2022).
BBTNBTS memberikan klarifikasi melalui surat edaran. Dalam surat tersebut pihak BBTNBTS masih berusaha menelusuri kejadian viral itu. Ditambah lagi dengan video yang direkam tidak utuh sehingga membutuhkan kedua belah pihak untuk membantu mengungkapkan kasus tersebut.
“Sampai dengan saat ini, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) telah berusaha untuk melakukan penelusuran fakta lapangan dari kejadian tersebut, mengingat video yang diunggah pada kedua akun tersebut bukan berupa video yang utuh sehingga membutuhkan klarifikasi dari hedua belah pihak,” Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan BBTNBTS, Sarif Hidayat, Selasa (21/06/2022).
Pihak BBTNBTS menduga bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman penyedia jasa wisata kuda dengan pengunjung.
“Diduga kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman penyedia jasa wisata kuda dengan pengunjung dan bukan merupakan gambaran umum dari perilaku penyedia jasa wisata kuda pada umumnya serta tidak ada kaitannya dengan PNBP/tarif masuk/kegiatan di kawasan,”lanjutnya.
BBTNBTS menegaskan bahwa penyedia jasa wisata kuda dan jasa wisata lainnya d kawasan TNBTS adalah masyarakat sekitar, bukan merupakan petugas BBTNBTS. Dan mereka pun mengaku bahwa telah melakukan pembinaan kepada pelaku jasa wisata secara rutin untuk menjalankan kegiatan usaha di TNBTS sesuai aturan, menjaga ketertiban, dan melayani pengunjung dengan baik.
Perbaikan kualitas pelaku jasa wisata TNBTS juga terus dilakukan oleh pihak BBTNBTS demi keberlangsungan berjalannya Wisata Gunung Bromo dan demi kenyamanan Wisatawan yang berkunjung.
Untuk itu pihak BBTNBTS meghimbau kepada para wisatawan agar menghubungi call center/nomor pengaduan yang tertera di banner beberapa titik lokasi jika mendapatkan pelayanan yang kurang baik dari pelaku wisata. (hen)










Balas
Lihat komentar