Wali Kota Batu: Masyarakat Merasa ‘Dipasung’ Aturan, Bikin PPKM Tak Maksimal

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko - Foto: ist

KOTA BATU – Lemahnya kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan dinilai jadi faktor ketidakefektifan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid II. Hal ini disampaikan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko di Gedung Balaikota Among Tani, Senin (1/2).

Dewanti mengatakan sejauh ini masyarakat dan pemerintah masih belum seirama dalam menekan laju penularan covid-19. Padahal peran pemerintah dan masyarakat ini dinilai penting agar PPKM bisa berjalan efektif. Terlebih ketika masyarakat memiliki kesadaran bahwa ini untuk kesehatan dan kebaikan mereka.

“Yang penting itu pemahaman bukan hanya dari petugas tapi juga masyarakat. Kalau sama-sama paham tidak ada adu argumen antara petugas dan masyarakat saat dilapangan maka PPKM akan lebih efektif,” kata Dewanti.

Wali Kota Perempuan pertama di Kota Batu ini juga menjelaskan belum ada keselarasan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyikapi kebijakan PPKM.

“Masih ada masyarakat yang beranggapan jika selama PPKM ini mereka dipasung. Padahal kami tidak membatasi mereka beraktivitas, hanya saja kalau keluar rumah hanya untuk nongkrong buat apa. Kalau untuk mencari rejeki ya silahkan saja,” imbuhnya.

Selain itu perlu adanya sosialisasi yang dapat memahamkan masyarakat. Terlebih terkait PPKM yang dibuat oleh pemerintah untuk kebaikan masyarakat yang merupakan kepentingan dan kebaikan bersama.

“Kita berdoa semoga vaksin ini bisa segera terdistribusi semua tapi tetap menjaga protokol kesehatan itu nomor satu. Karena setelah divaksin belum tentu orang tersebut menjadi kebal cuman memang efeknya tidak terlalu seberbahaya sebelum divaksin ,” harapnya.

Ketika ditanya apakah pihaknya akan melakukan langkah pembatasan kembali, dirinya menjawab memilih untuk opsi lainnya yakni lebih ke pemberian pemahaman kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tidak banyak yang berkerumun tanpa menerapkan protokol kesehatan.

 

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com