KOTA MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit HIV/Aids. Bahkan Dinkes Kota Malang memiliki slogan ‘Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Solidaritas’. Terlebih Pemerintah Pusat telah menginstruksikan di tahun 2030 zero kasus Hiv/AIDS.
“Nanti sampai 2030 kita mengharapkan 3 zero. Pertama tidak ada penderita baru HIV/AIDS. Kedua tidak ada kematian akibat HIV/AIDS, dan ketiga tidak ada stigma dan diskriminasi untuk Orang Dengan Hiv/AIDS (ODHA),” kata dr Bayu Tjahjawibawa selaku Kasi P2PM (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular) Dinkes Kota Malang, Rabu (2/12).
Sejauh ini, berdasarkan pemeriksaan tahun 2019 terhadap kurang lebih 10 ribu orang, ditemukan 573 positif HIV/AIDS di mana sebanyak 73 ODHA beralamat di Kota Malang.
Sementara berdasarkan data tahun 2020, jumlah yang tekonfirmasi positif menurun menjadi 345 orang. Sedangkan 28 ODHA di antaranya beralamat di Kota Malang. Sisanya merupakan ODHA dari luar Kota Malang seperti Surabaya, Lumajang, Probolinggo, Jember dan daerah lainnya.
“Sebenarnya saat triwulan pertama tahun 2020 jumlah penderita HIV/AIDS itu lebih tinggi dari 2019. Namun ketika ada pandemi corona kasusnya jadi turun. Layanan di puskesmas dan rumah sakit yang melakukan pemeriksaan juga terbatasi dengan sendiri karena adanya pandemi COVID-19,” sambungnya.
Oleh sebab itu, baik Dinkes maupun Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Malang turut menggandeng LSM untuk tetap mengontrol persebaran HIV/AIDS di Kota Malang.
Lebih jauh, dr Bayu menekankan bahwa HIV/AIDS tidak membunuh hanya menurunkan kekebalan tubuh penderitanya.
“Perlu digaris bawahi kalau AIDS itu tidak membunuh, yang membunuh itu penyakit lain seperti TBC atau diare. Karena kebanyakan ODHA akan memiliki penyakit lainnya akibat dari menurunkan kekebalan tubuh,” tandasnya
Prinsip terapi HIV/AIDS dapat dilakukan dengan STOP. Yakni, Suluh, Temukan, Obati dan Pertahankan minum obat seumur hidup.
Disamping itu, juga program percepatan atau Fast Track yang ditargetkan pada kelompok kunci, antara lain pekerja seks, homo, waria, ibu hamil, hingga penderita TBC.
Selain itu, untuk penderita HVI/AIDS juga dapat memeriksakan diri di 7 unit kesehatan Kota Malang. Seperti, RSSA, RST, RS Unisma, Puskesmas Dinoyo, Kendalsari, Kendalkerep dan Puskesmas Celaket.
“Kita juga akan tambah lagi tiga puskesmas. Puskesmas Polowijen, Mulyorejo dan Arjowinangun untuk bisa memberikan pemeriksaan dan pengobatan kepada ODHA. Bahkan ketiganya telah dilatih tahun ini dan kemungkin tahun depan bisa running,” tutup dr Bayu










Balas
Lihat komentar