Pandemi Menerpa, Puskesmas Janti Tetap On Fire Beri Imunisasi ke Sekolah-sekolah

Puskesmas Janti melakukan imunisasi ke sekolah-sekolah
Puskesmas Janti melakukan imunisasi ke sekolah-sekolah - Foto: istimewa

KOTA MALANG – Sebanyak 195 siswa MIN 2 Malang mengikuti imunisasi difteri yang dilaksanakan Puskesman Janti, Rabu (25/11). Meski masih dalam masa pandemi, imunisasi yang dilakukan di sekolah tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Selama kegiatan imunisasi, ada beragam ekspresi siswa. Ada yang menangis, berteriak, bahkan berupaya kabur dengan berlarian di lapangan. Namun, setelah dibujuk oleh orangtua yang mendampingi dan guru, mereka akhirnya menjalankan imunisasi difteri.

Kepala Puskesmas Janti, Endang Listyowati SKepNs MMKes mengatakan progam imuniasi untuk MIN 2 sudah kali kedua dilaksanakan. Sebelumnya pelaksanaan dilakukan pada tanggal 9-11 November untuk kelas satu.

“Hari ini yang melaksanakan imunisasi siswa kelas dua. Tadi sudah dilaksanakan Alhamdulillah berjalan lancar meskipun masih ada anak yang belum bisa mengikuti imunisasi karena sakit. Sehingga nanti akan mengikuti imunisasi susulan di puskesmas,” jelas Endang.

Endang menjelaskan untuk imuniasi di MIN 2 dari siswa berjumlah 195 masih ada sekitar 26 siswa yang belum bisa mengikuti imunisasi. Selain itu ada pula dua anak yang orang tuanya menolak pelaksanaan imuniasi.

“Sebenarnya kami sudah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya imunisasi, namun masih ada saja yang menolak. Kami juga tidak bisa berbuat banyak, kalau menolak ya sudah kami hargai keputusan nya,” imbuhnya.

Meskipun begitu, masa pandemi tidak menjadi penghambat untuk Puskesmas Janti memberikan Imunisasi untuk anak-anak yang berada di lingkup kerjanya. Bahkan hingga akhir tahun ditargetkan semua anak bisa mendapatkan imunisasi baik melalui sekolah maupun langsung datang ke puskesmas.

“Kan kami selalui koordinasi dengan sekolah. Kami jadwalkan untuk pelaksanaan imuniasi di sekolah. Dan Alhamdulillah selama ini tidak ada kendala, bahkan guru UKS yang bertanggung jawab di sekolah dapat berkomunikasi dengan orang tua siswa secara baik,” tutur Endang.

Endang menambahkan selama pelaksanaan Imunisasi di sekolah, pihaknya tidak bisa melakukan imuniasi secara langsung dalam satu hari. Sehingga dalam satu sekolah minimal ada tiga kali pertemuan untuk pelaksanaan imuniasi. Hal ini lantaran masa pandemi harus ada pembatasan jarak dan meminimalisir kerumunan.

“Kami tetap laksanakan protokol kesehatan, mencuci tangan sebelum Imunisasi, menggunakan masker dan anak-anak ini dilarang bergerombol. Selain itu pertugas yang melakukan Imunisasi juga ber apd lengkap,” tuturnya.

Untuk diketahui total sekolah-sekolah yang berada di wilayah kerja Puskesmas Janti adalah 41 sekolah. Dengan rincian Sekolah Dasar 26, SMP 6 dan SMA 9.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com