Fokus Tekan Angka Stunting, Dinkes Kota Malang Geber Sosialisasi ke Calon Pengantin

Sekretaris Dinkes Kota Malang, Sumarjono
Sekretaris Dinkes Kota Malang, Sumarjono - Foto: Pungky Ansiska

KOTA MALANG – Penanganan kasus Stunting masih menjadi fokus utama bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Terbukti tidak hanya gencar memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para ibu, namun Dinkes juga turut menyasar calon ibu.

Progam yang diberikan Dinkes dikhususkan dengan memberikan kursus kepada wanita yang akan menjadi Catin (Calon Pengantin). Bahkan Dinkes telah melakukan kerjasama dengan Kemenag untuk mensukseskan progam tersebut.

“Nantinya setiap catin akan dibekali dengan informasi terkait kesehatan yang harus dipersiapkan ketika menjadi ibu hamil. Akan ada kursusnya jadi ibu sebagai salah satu upaya mencegah stunting,” jelas Sekretaris Dinkes Kota Malang, Sumarjono, Jumat (13/11).

Lanjut Sumarjono, nantinya para catin ini akan diberikan materi selama empat hari. Sehingga para catin yang telah terdaftar di Departemen Agama akan mendapatkan materi menjadi seorang ibu agar terhindar dari stunting.

Selain itu nantinya juga akan diberikan beberapa materi diantaranya mengenai pemberian asupan makanan gizi seimbang kepada bayi dan balita. Hingga memastikan setiap anak untuk selalu diimunisasi sejak dini.

“Bagaimana memberi makanan anak yang baru lahir, balita terkait dengan menunya, asupan gizi yang seimbang dan lain-lain. Kemudian juga imunisasi yang harus diberikan itu apa saja. Para calon ibu ini harus mengetahui itu semua,” katanya.

Termasuk juga terkait penjadwalan untuk ke Posyandu yang harus rutin dilakukan untuk pemantauan tumbuh kembang anaknya. Dengan begitu, seorang anak yang akan mengalami stunting dapat dicegah lebih dini.

“Bagaimana dia juga harus rutin ke posyandu (untuk proses pemantauan tumbuh kembang bayinya). Karena pembelajaran itu saat dia (catin) menjadi ibu tidak ada, maka ini diprogramkan agar kelak angka stunting di Kota Malang bisa terus menurun,” pungkasnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com