Banyuwangi, blok-a.com – Ratusan guru rohani dari berbagai agama menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Penyerahan dilakukan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Selasa (08/09/2026).
Program ini merupakan bentuk dukungan Pemkab untuk memperkuat pendidikan karakter dan nilai spiritualitas di kalangan generasi muda.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan, insentif tersebut diharapkan dapat menambah semangat para guru dalam membina anak-anak.
“Nilainya mungkin tidak besar, tapi kami berharap ini bisa menjadi motivasi. Tujuannya agar anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, iman yang kuat, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Ipuk.
Penerima insentif kali ini adalah para pengajar di lembaga pendidikan non-formal keagamaan. Di antaranya guru Sekolah Minggu di gereja, guru di vihara, serta lembaga keagamaan lainnya. Cakupannya meliputi agama Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, dan Konghucu.
Setiap guru rohani menerima insentif sebesar Rp700 ribu per tahun.
“Mohon maaf karena keterbatasan anggaran kami harus menyesuaikan. Ini akan kami jadikan bahan evaluasi. Jika kondisi fiskal daerah membaik, alokasi untuk guru rohani juga akan kami tingkatkan,” sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Ipuk juga berpesan agar para guru rohani menjadi teladan dan motivator bagi peserta didik.
“Berikan terus semangat kepada anak-anak untuk belajar dan melanjutkan pendidikan. Saat ini banyak anak putus sekolah bukan hanya karena ekonomi, tapi juga karena kurang motivasi. Di sinilah peran guru sangat dibutuhkan,” pesan Ipuk.
Pemberian insentif disambut antusias para penerima. Suster Justina Endang Wiharti mengaku senang mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
“Terima kasih sudah memperhatikan kami. Ini membuat kami semakin semangat mengajar agama,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pomo, guru rohani agama Buddha. Ia mengapresiasi kepedulian Pemkab Banyuwangi.
“Kami sangat senang mendapat perhatian dari Ibu Bupati. Ini memotivasi kami untuk terus mengabdi memperkuat kerohanian anak-anak,” katanya.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama FKUB Banyuwangi Nur Chozin juga menyampaikan terima kasih.
“Di tengah efisiensi anggaran, Ibu Bupati tetap mengalokasikan perhatian untuk guru rohani lintas agama,” ungkapnya.
Pada acara yang sama, Pemkab juga menyerahkan secara simbolis bantuan Hari Besar Keagamaan kepada 5 agama. Masing-masing lembaga keagamaan menerima Rp10 juta.
Selain untuk guru rohani lintas agama, Pemkab Banyuwangi juga mengalokasikan insentif bagi para guru ngaji di Taman Pendidikan Al-Quran. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan di masyarakat. (kur)









