Magetan, Blok-a.com – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di SMP Negeri 1 Barat tidak hanya difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru, tetapi juga memperkuat peran orang tua melalui kegiatan parenting bertajuk “Mendidik Anak di Era Digital”.
Kegiatan MPLS tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun kolaborasi antara sekolah dan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter peserta didik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Kepala SMP Negeri 1 Barat, Seno, mengatakan kegiatan parenting menjadi bagian penting dari pelaksanaan MPLS Ramah karena pendidikan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah.
“Melalui kegiatan parenting ini kami ingin menyamakan persepsi antara sekolah dengan orang tua. Tantangan pendidikan saat ini berbeda dengan masa lalu. Karena itu, anak-anak membutuhkan pendampingan yang tepat agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan nilai-nilai karakter,” ujar Seno, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif sekaligus memperkuat pendidikan karakter peserta didik sejak awal mereka memasuki jenjang SMP.
Pada kesempatan tersebut, Seno juga memaparkan sejumlah program sekolah kepada para wali murid, termasuk kebijakan larangan membawa telepon genggam ke lingkungan sekolah. Kebijakan tersebut mendapat dukungan penuh dari para orang tua karena dinilai mampu mengurangi penggunaan gawai yang berlebihan selama proses pembelajaran.
“Alhamdulillah, para orang tua menyambut baik kebijakan tersebut. Ini menunjukkan adanya kesamaan komitmen antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan fokus pada pengembangan karakter maupun prestasi peserta didik,” katanya.
Selain itu, Seno turut menyampaikan perkembangan pembangunan kembali Masjid At-Tarbiyah yang menjadi salah satu program prioritas sekolah sebagai sarana penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Pembangunan masjid yang dimulai sejak 2 April 2026 tersebut kini telah memasuki tahap penyelesaian pengecoran atap.
Ia berharap kegiatan parenting tidak berhenti sebagai agenda seremonial dalam MPLS, melainkan menjadi awal terbangunnya komunikasi yang berkelanjutan antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.
“Teknologi memberi kita kecepatan, tetapi pendidikan tetap menjadi kompas yang mengarahkan anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SMP Negeri 1 Barat menunjukkan bahwa pelaksanaan MPLS Ramah 2026 bukan sekadar memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kemitraan sekolah dan keluarga dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan berorientasi pada pembentukan karakter. (nan)










Balas
Lihat komentar