Mojokerto, blok-a.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108 Kota Mojokerto yang diperingati pada 20 Juni 2026. Pemerintah Kota Mojokerto melaksanakan ziarah ke makam para umaro atau tokoh pemerintahan yang telah berjasa dalam perjalanan pembangunan daerah, Kamis (19/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan hari jadi Kota Mojokerto sekaligus momentum untuk mengenang jasa dan pengabdian para pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan bagi Kota Onde-Onde.
Ziarah dilaksanakan usai Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Mojokerto. Diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.
Rombongan ziarah pertama kali mengunjungi makam Wali Kota Mojokerto periode 2013-2018, almarhum Mas’ud Yunus, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Kedungmulang, Kelurahan Surodinawan.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan ziarah ke makam Wali Kota Mojokerto periode 2003-2013, almarhum Abdul Gani Soehartono, di TPU Kedungsari, Kelurahan Gununggedangan.
Rangkaian ziarah kemudian diteruskan ke makam Wakil Wali Kota Mojokerto periode 2003-2008, almarhum Hendro Suwono. Serta makam Wakil Wali Kota Mojokerto periode 2018-2021, almarhum Achmad Rizal Zakaria, yang berada di TPU Losari, Kabupaten Mojokerto.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengatakan ziarah makam umaro merupakan tradisi yang sarat makna. Menjadi bentuk penghormatan kepada para pemimpin terdahulu yang telah mendedikasikan tenaga, pikiran, dan pengabdiannya bagi kemajuan Kota Mojokerto.
“Menjelang HUT ke-108 Kota Mojokerto, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan kota ini. Ziarah ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas pengabdian mereka kepada Kota Mojokerto,” ujar wali kota yang akrab disapa Ning Ita.
Menurut Ning Ita, perjalanan panjang Kota Mojokerto hingga memasuki usia ke-108 tahun tidak terlepas dari kontribusi para pemimpin dan tokoh yang telah mengabdikan diri untuk daerah.
Karena itu, semangat dan keteladanan para pemimpin terdahulu harus menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran pemerintah dalam menjalankan amanah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Perjalanan panjang Kota Mojokerto hingga memasuki usia ke-108 tahun tidak lepas dari kontribusi para pemimpin dan tokoh yang telah mengabdikan dirinya untuk Kota Mojokerto. Semangat itulah yang harus terus kita lanjutkan demi mewujudkan Kota Mojokerto yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” katanya.
Melalui ziarah makam umaro ini, Pemerintah Kota Mojokerto berharap nilai-nilai pengabdian, keteladanan, serta semangat membangun daerah yang diwariskan para pendahulu dapat terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Selain menjadi bentuk penghormatan kepada para pemimpin terdahulu, kegiatan tersebut juga menjadi refleksi bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam menyambut HUT ke-108 Kota Mojokerto dengan semangat kebersamaan untuk melanjutkan pembangunan menuju kota yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.(Sya)










Balas
Lihat komentar