Pemkab Jember Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI atas LKPD Tahun Anggaran 2025

Bupati Jember, Gus Fawait saat menerima penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin. (foto: ist)
Bupati Jember, Gus Fawait saat menerima penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin (foto: ist)

Jember, Blok-a.com – Pemerintah Kabupaten Jember kembali mengukir prestasi gemilang dalam bidang pengelolaan keuangan daerah. Kabupaten yang terletak di kawasan Tapal Kuda ini sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menegaskan konsistensi Jember dalam menjaga kualitas transparansi anggaran.

Penghargaan tertinggi dalam audit keuangan negara tersebut diserahkan langsung dalam agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur pada Jumat, 29 Mei 2026. Penyerahan dokumen hasil audit ini menjadi bukti otentik bahwa penyusunan laporan keuangan Pemkab Jember telah memenuhi standar regulasi kedinasan yang ketat.

Hadir langsung dalam acara tersebut, Bupati Jember, Gus Fawait, yang menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam. Dia secara khusus berterima kasih kepada Kepala Perwakilan BPK RI Jawa Timur. Beserta seluruh tim pemeriksa yang telah bekerja secara profesional selama proses audit bergulir di lingkungan dinas.

“Kami sangat mengapresiasi koreksi, masukan, serta rekomendasi konstruktif yang diberikan oleh tim BPK selama proses pemeriksaan. Kerja keras ini menuntut profesionalisme dan ketelitian yang luar biasa,” ujar Gus Fawait.

Tak lupa, Gus Fawait juga melempar pujian kepada jajaran legislatif dan seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemkab Jember. Menurut dia, capaian ini tidak lepas dari fungsi pengawasan yang harmonis dari DPRD Kabupaten Jember, kedisiplinan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta aparatur sipil negara (ASN), dalam menyusun laporan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

Bupati menegaskan bahwa predikat WTP yang diraih Jember tahun ini bukan sekadar mengejar piala atau penghargaan formalitas di atas meja. Lebih dari itu, pencapaian ini adalah cerminan nyata dari sistem tata kelola keuangan yang bersih.

“Ini buah dari kerja keras, kecerdasan, dan keikhlasan seluruh elemen penatausahaan keuangan daerah. Capaian ini juga menunjukkan bahwa komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas di Jember telah membumi, bukan lagi sekadar jargon politik,” katanya.

Meski menyambut baik prestasi ini, Gus Fawait mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri. Dia mengakui bahwa mempertahankan predikat WTP dan menjadikannya sebagai budaya kerja sehari-hari jauh lebih menantang daripada meraihnya pertama kali. Pemkab Jember berkomitmen penuh untuk segera menyelesaikan seluruh rekomendasi yang tertuang dalam LHP BPK secara tepat waktu.

Di akhir pernyataannya, Gus Fawait menekankan bahwa target utama pemerintah daerah melampaui selembar sertifikat WTP.

“Tujuan akhir kita yang paling hakiki adalah memastikan setiap rupiah dalam APBD Jember benar-benar mengalir dan memberikan dampak konkret bagi pembangunan, kemakmuran, serta kesejahteraan seluruh masyarakat Jember,” pungkasnya. (rio/ova)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com