Sidak Gudang Bulog Blitar, Anggota DPR RI Endro Hermono Pastikan Stok Pangan Aman

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ir Endro Hermono, MBA, melakukan sidak ke sejumlah gudang Perum Bulog di wilayah Kabupaten Blitar (foto: Blok-a.com/Fajar)
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ir Endro Hermono, MBA, melakukan sidak ke sejumlah gudang Perum Bulog di wilayah Kabupaten Blitar (foto: Blok-a.com/Fajar)

Blitar, Blok-a.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ir. Endro Hermono, MBA, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah gudang Perum Bulog di wilayah Kabupaten Blitar dan Tulungagung, Jawa Timur, Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memantau langsung ketersediaan dan kondisi stok pangan, khususnya beras, di daerah pemilihannya. Kedatangan legislator ini menyasar Gudang Bulog yang berlokasi di Desa Pojok dan Desa Bece, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

Di sela-sela kunjungannya, Endro mengatakan, bahwa tugas ini diembannya atas penugasan khusus dari pimpinan Fraksi Gerindra dan pimpinan Komisi IV DPR RI yang membidangi urusan pertanian dan ketahanan pangan.

“Saya secara khusus ditugaskan oleh pimpinan kami, Pak Budi Jiwan Dono, Ketua Fraksi Gerindra. Serta Ketua Komisi IV Bu Titik, untuk memeriksa kondisi dan ketersediaan pangan di daerah pemilihan saya yang meliputi Blitar, Kediri, dan Tulungagung,” kata Endro Hermono saat memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau lokasi gudang.

Setelah meneliti catatan stok dan memeriksa kondisi fisik persediaan, politisi Gerindra ini menyampaikan kabar baik terkait ketersediaan pangan di tingkat nasional maupun daerah.

Hingga April 2026, tercatat stok beras nasional mencapai 5 juta ton. Jumlah itu dinilainya cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dalam kurun waktu mendatang.

“Alhamdulillah, stok nasional yang kami miliki saat ini terbilang cukup. Hingga April, persediaan beras mencapai 5 juta ton. Kualitasnya pun masih baik, sebagian besar hasil panen terbaru, dengan tingkat kerusakan yang sangat kecil. Bahkan persediaan dari panen 2025 yang masih tersisa jumlahnya tidak signifikan,” jelasnya.

Endro memastikan, dengan stok sebesar itu, kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi paling tidak selama 2 bulan ke depan, meskipun terjadi kondisi darurat sekalipun. Pasalnya, kebutuhan konsumsi beras nasional per bulannya diperkirakan mencapai sekitar 2,5 juta ton.

“Kita sampaikan kepada masyarakat agar tenang saja. Dengan persediaan sebesar ini, paling tidak sampai dua bulan ke depan kebutuhan kita tetap aman, bahkan jika ada kondisi yang tidak diinginkan sekalipun. Tentu saja pemerintah bertanggung jawab penuh menjaga ketersediaan ini, dan dukungan juga datang dari pelaku usaha swasta,” tandasnya.

Selain soal ketersediaan, Endro juga menyampaikan kabar menggembirakan bagi para petani. Harga pembelian pemerintah melalui Bulog telah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram gabah. Di lapangan, harga yang diterima petani bahkan sudah mencapai kisaran Rp7.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang umumnya berada di angka Rp6.000 per kilogram.

“Target harga pembelian dari pemerintah sudah di angka Rp6.500. Di lapangan, harga yang diterima petani bahkan sudah mencapai Rp7.000. Ini tentu membuat para petani senang, karena pendapatan mereka meningkat. Namun, kami juga memastikan agar stabilitas harga tetap terjaga, sehingga harga di tingkat konsumen tetap terjangkau melalui operasi pasar yang akan terus digalakkan,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Blitar, Rijanto yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah terus memantau perkembangan stok pangan. Ia menyatakan optimis ketahanan pangan daerah tetap terjaga meskipun menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino.

“Kami optimis kebutuhan pangan, termasuk kebutuhan jagung untuk pakan ternak yang mencapai 1.000–1.500 ton per hari, tetap terpenuhi. Pemerintah daerah juga memiliki cadangan beras sebanyak 45 ton yang dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Rijanto.

Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan turut memaparkan bahwa kinerja penyerapan gabah dan pengelolaan stok tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan. Serapan gabah dimulai lebih awal, yakni sejak Januari 2026, dan jumlahnya mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk wilayah kerja kami, stok beras di Blitar mencapai 30.000 ton dan di Tulungagung sebesar 65.000 ton. Ada juga persediaan jagung sekitar 9.500 ton. Dengan jumlah itu, persediaan beras dapat memenuhi kebutuhan hingga 12 bulan ke depan. Bahkan, kami juga telah menyalurkan bantuan pangan dan mendistribusikan komoditas seperti minyak goreng melalui operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga,” ungkap Yonas.

Selain memenuhi kebutuhan daerah, stok yang melimpah juga memungkinkan Bulog untuk menyalurkan bantuan ke daerah lain. Baru-baru ini, pihaknya telah mengirimkan 500 ton beras ke wilayah Papua guna membantu pemenuhan kebutuhan pangan di sana. (jar/ova)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com