KABUPATEN MALANG – Calon Bupati dari Malang Jejeg, Heri Cahyono kaget. Sam HC saapan akrabnya menemukan warga yang mengira Malang Jejeg tidak lolos Pilbup Malang 2020.
Hal itu Sam HC temukan saat berkampanye di Gondanglegi, Senin (19/10) lalu. Sam HC pun menyalahkan KPUD Kabupaten Malang atas hal itu. KPUD Kabupaten Malang dianggap belum melakukan sosialisasi yang masif.
KPUD Kabupaten Malang pun menanggapi tuduhan itu dengan tenang. Divisi Sosialisasi Pendidikan dan Pemilihan dan SDM KPU Kabupaten Malang, Marhendra Pramudya Mahardika mengaku memang belum bisa optimal untuk mensosialisasikan paslon tersebut.
Alasannya, pertemuan tatap muka dibatasi. Anggota KPUD Kabupaten Malang tidak bisa mengumpulkan massa untuk mensosialisasikan nama-nama paslon ke masyarakat.
“Dan kami juga punya anggaran yang terbatas dan tatap muka tidak bisa dilakukan setiap hari. Kami punya tugas juga yang lainnya. jadi ya memang belum bisa optimal,” kata Dika ke Blok-A saat ditemui di kantornya, Kamis (22/10).
Dika juga menambahkan, KPUD Kabupaten Malang sebenarnya sudah melakukan sosialisasi melalui kanal digitalnya, seperti akun facebook, dan instagram.
“Tapi itu tidak bisa optimal. Sekarang kan banyak yang tidak bisa mengakses internet. Itu lah blank spot yang kami temui dan kami memang nanti ada jadwal untuk mengkampanyekan tiga paslon itu 22 November nanti” kata ia.
Dika juga berpendapat, kalau memang Malang Jejeg lah yang seharusnya melakukan sosialisasi sendiri jika dirasa ada warga yang belum mengetahui.
“Kan mereka bisa setiap hari turun lapangan dan itu akan sangat membantu kami. Untuk mengurangi golput juga. Tujuan kami sama kok ingin warga berpartisipasi aktif pada Pilbup 2020 di masa pandemi ini,” tutupnya.










Balas
Lihat komentar