Mojokerto, blok-a.com – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog terus memperluas saluran penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakat, khususnya beras.
Pemimpin Cabang Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, S.H., M.H., mengatakan upaya ini merupakan tindak lanjut penugasan Presiden dalam rangka stabilisasi harga dan pasokan beras di tengah masyarakat.
“Selain lewat pedagang pengecer di pasar, KDMP/KKMP, outlet binaan pemerintah daerah, outlet BUMN, dan ritel modern, kini pemerintah daerah serta instansi pemerintah juga bisa menyalurkan beras SPHP melalui koperasi maupun Gerakan Pangan Murah (GPM),” ujarnya, saat ditemui blok-a.com di ruang kerjanya, Selasa (12/8/2025).
Husin menambahkan, Bulog Kancab Mojokerto juga melakukan penjualan langsung ke pasar-pasar dan titik keramaian.
Kerja sama dengan kepolisian pun dijalankan, di mana Polres Mojokerto dan Polresta Mojokerto telah menjadwalkan pelaksanaan GPM di seluruh wilayah hukum polsek jajaran.
“Perluasan saluran ini diharapkan menjadi solusi untuk pengendalian inflasi dan stabilisasi harga beras,” katanya.
Berdasarkan ketentuan, harga jual beras SPHP dari gudang Bulog ditetapkan Rp 11.000 per kilogram.
Sementara harga di toko, pedagang pengecer, maupun GPM maksimal Rp 12.500 per kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium yang ditetapkan pemerintah.
Bulog juga membatasi penjualan beras SPHP kepada konsumen maksimal dua kemasan 5 kilogram per transaksi. Adapun untuk toko atau outlet, kuota maksimal pemesanan adalah dua ton per order.
“Kalau sudah habis, bisa memesan lagi sesuai kebutuhan,” tegas Husin.(sya/lio)









