Gresik, blok-a.com – Suasana Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Gresik, akhir pekan ini begitu meriah. Warga setempat menggelar festival kuliner tempo dulu bertajuk “Peken Madanten” untuk memperingati HUT ke-80 RI.
Beragam jajanan khas pesisir zaman dulu tersaji di sini. Ada gethuk, kelanting, gatot, nogosari, ketan bumbon, serawot, sampai lemet menyok dan polo pendem.
Semua dihidangkan dengan cita rasa autentik, lengkap dengan penyaji yang memakai busana ala era 70-an.
Festival ini diikuti 13 RT di Desa Bedanten, masing-masing membuka stan kuliner khas. Tak ketinggalan, Pengurus Pelestarian Makam Penggede (PPMP) Bedanten membuka stan khusus yang memamerkan benda pusaka koleksi Museum Madanten.
Abhiseka, pegiat sejarah dan budaya Bedanten, mengaku senang dengan sambutan masyarakat.
“Alhamdulillah, antusias warga luar biasa. Banyak yang datang, bukan cuma warga sini, tapi juga dari luar desa,” ujarnya, Senin (11/8/2025).
Kepala Desa Bedanten, Abdul Majid, mengatakan jika acara ini terinspirasi dari suasana pasar rakyat tempo dulu.
“Peken artinya pasar, Madanten adalah nama lama Bedanten. Kami ingin suasana ini jadi pengingat generasi muda akan budaya lokal,” katanya.
Rencananya, festival ini bakal jadi agenda tahunan. Selain pas peringatan kemerdekaan, juga akan digelar di momen haul sesepuh, sedekah bumi, atau hari jadi desa.
Selain kuliner, pengunjung juga diajak mengenal sejarah Bedanten yang disebut dalam Prasasti Canggu tahun 1358 M.
Nama Madanten sendiri dulunya muncul dari proses pembendungan Sungai Solo yang dialihkan ke Sungonlegowo dan Ujungpangkah, muara yang dikenal sekarang.(ivn/lio)









