Upaya Kecil Kampung Tridi Malang Berbenah, Mulai Cat Ulang Atap Rumah

Sepinya Kampung Tridi Malang, Dulu Viral Kini Hanya 5 Pengunjung per Hari
Sepinya Kampung Tridi Malang, Dulu Viral Kini Hanya 5 Pengunjung per Hari

Kota Malang, blok-a.com – Sempat terpuruk akibat cat yang memudar, Kampung Tridi di Kota Malang kini mulai berbenah. Penurunan jumlah kunjungan hingga 70 persen menjadi tamparan pahit bagi kampung wisata yang dulunya bersinar berdampingan dengan Kampung Warna-Warni Jodipan.

Sebagai informasi, Kampung Tridi dan Kampung Warna-Warni hanya dipisahkan aliran sungai Brantas dan dihubungkan oleh jembatan kaca.

Namun belakangan, jurang perbedaan terasa lebar. Kampung Warna-Warni kebagian jatah pengecatan menjelang Porprov Jatim 2025, sementara Kampung Tridi hanya bisa menunggu dengan cat yang mulai kusam dan keluhan wisatawan yang berdatangan.

“Masalah konsep masih sama untuk atap dengan warnanya. Tapi pengecatan sekarang tidak ke tembok atau dinding, tapi fokus ke atap saja karena keterbatasan dana,” kata Ketua Pokdarwis Kampung Tridi, Adnan.

Proses revitalisasi yang akhirnya berjalan ini dilakukan berkat bantuan dari CSR dan Pemkot Malang. Meski begitu, cat hanya cukup untuk bagian atap, bukan seluruh dinding rumah. Padahal jumlah rumah di Kampung Tridi dua kali lipat dibanding tetangganya, 250 rumah berbanding 120.

“Rumah di sini lebih banyak dari Kampung Warna-Warni. Mungkin anggaran pengecatan atap lebih besar di sini, makanya tidak sampai pada dinding,” lanjut Adnan.

Selama belum tersentuh pengecatan, Kampung Tridi sempat terlihat kumuh dan ditinggalkan wisatawan. Wisatawan mancanegara yang biasanya mendominasi kunjungan pun enggan mampir. Dalam hari-hari biasa, jumlah pengunjung bahkan tidak mencapai 20 persen dari kapasitas.

“Kadang turis (mancanegara) yang dicari adalah keunikan di kampung. Keseharian yang di sana (negaranya) gak ada,” ungkapnya.

Pengecatan ditargetkan rampung akhir Juli 2025. Namun Adnan berharap lebih dari sekadar cat. Ia ingin ada inovasi dan pembenahan wahana agar kampung ini tetap relevan di tengah kompetisi destinasi yang makin padat.

“Semoga pemerintah juga bisa merangkul wisata buatan yang jadi ikon Kota Malang,” pungkasnya. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com