Kota Malang, blok-a.com – Ilmiatul Khoiroh (33), warga Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, tak menyangka anak pertamanya, Rahmatul Laili Ramadani, terpilih sebagai calon siswa Sekolah Rakyat (SR).
Program pendidikan gratis dari pemerintah ini akan mulai berjalan pada Juli 2025, dan memberi harapan besar bagi keluarga Ilmiatul yang selama ini hidup dengan keterbatasan ekonomi.
Informasi mengenai terpilihnya sang anak ia terima sekitar Maret atau April 2025 melalui surat dari Dinas Sosial yang disampaikan pihak kelurahan.
“Awalnya saya bingung, ini program apa. Soalnya di suratnya kami juga diminta hadir rapat ke kecamatan. Setelah dijelaskan, alhamdulillah saya langsung menerima,” ujar Ilmiatul.
Rahmatul yang baru saja lulus dari SDN Polehan 5 sempat berencana melanjutkan ke SMP Negeri 28. Namun keterbatasan biaya membuat keluarga harus berpikir ulang.
Kehadiran Sekolah Rakyat, yang menanggung seluruh kebutuhan pendidikan secara gratis mulai dari seragam, sepatu, hingga buku, menjadi solusi yang sangat disyukuri.
“Kalau di SR ini semua gratis, jadi saya sangat bersyukur. Karena memang kondisi ekonomi kami terbatas. Suami saya bekerja sebagai tukang bangunan, penghasilannya sekitar Rp2 juta sebulan dan saya tidak bekerja,” ungkapnya.
Keluarga Ilmiatul tinggal di rumah sederhana di atas tanah milik saudara yang mereka tempati hampir 10 tahun.
Bangunan itu mereka dirikan sendiri, dan setiap tahun masih harus membayar uang sewa tanah antara Rp400 ribu hingga Rp700 ribu.
Meski nantinya Rahmatul harus tinggal di asrama Sekolah Rakyat, Ilmiatul tak keberatan. Ia menyamakan sistemnya seperti pondok pesantren.
“Mirip seperti mondok. Awalnya anak saya agak keberatan, tapi saya bujuk pelan-pelan. Apalagi orangtua juga diperbolehkan menjenguk seminggu sekali,” katanya.
Rahmatul sendiri senang bisa menjadi bagian dari program tersebut. Ia memiliki cita-cita menjadi pramugari, dan kesempatan ini menjadi langkah awal untuk mewujudkannya.
“Semoga cita-cita anak saya bisa tercapai, dan dia bisa jadi orang yang sukses, berguna bagi bangsa dan negara,” pungkas Ilmiatul. (yog/lio)









