Blok-a.com – Sebuah video yang memperlihatkan puluhan siswa sekolah menengah mengerumuni dua orang diduga wartawan viral di media sosial. Peristiwa dalam video tersebut diketahui berlangsung pada Rabu (4/6/2025), bertempat di SMK Negeri 1 Kota Kediri.
Puluhan siswa SMKN 1 Kota Kediri beraksi mengerumuni dua oknum wartawan, saat keduanya mendatangi sekolah untuk mengajukan kerja sama.
Aksi tersebut merupakan wujud solidaritas mereka terhadap kepala SMKN 1 Kota Kediri. Atas pemberitaan sepihak melalui sebuah artikel yang ditulis oleh dua oknum wartawan tersebut. Artikel yang ditulis di sebuah situs berita lokal tersebut viral di media sosial, sehingga menyulut aksi.
Berita yang mereka unggah dianggap memprovokasi pihak sekolah melalui pemberitaan yang menyinggung pejabat pendidikan, bahkan terkesan mengadu domba.
Situasi memanas ketika para siswa, yang merasa geram, mendesak kedua wartawan untuk membuat surat pernyataan dan permintaan maaf. Selain itu, Mereka juga meminta agar berita yang sudah terlanjur dimuat di salah satu media online dan dianggap menyudutkan pihak sekolah segera dihapus.
Untungnya, kehadiran petugas keamanan sekolah berhasil menjaga situasi tetap kondusif tanpa kekerasan. Meski demikian, membuat heboh jagat maya karena direkam dan diunggah ke media sosial Tiktok dan Instagram hingga menjadi viral.
Wartawan yang bersangkutan akhirnya memberikan klarifikasi dan menyatakan kesediaan untuk menurunkan (takedown) pemberitaan tersebut paling lambat pada Sabtu 7 Juni 2025.
Tindakan siswa SMKN 1 Kota Kediri melakukan pengepungan terhadap dua oknum wartawan tersebut bukan aksi terencana, melainkan spontanitas yang muncul karena bentuk kecintaan terhadap almamater.
Atas peristiwa tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri, Adi Prayitno, menyebut bahwa telah terjadi kesalahpahaman.
“Terkait viralnya SMKN 1 Kota Kediri, ada kesalahpahaman antara pihak sekolah dan juga dari salah satu media. Prinsipnya hanya kesalahpahaman, tidak ada masalah yang krusial,” kata Adi, Kamis (5/6/2025), dikutip dari Detik.
Sehingga, sikap tanggap yang cepat dari cabang dinas turut membantu meredam ketegangan yang sempat muncul di media sosial. (mg1/gni)









