Sekolah Rakyat di Kota Malang Diminati, Tujuh Rombel Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito saat bertemu awak media di Polresta Makota (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito saat bertemu awak media di Polresta Makota (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.comSekolah Rakyat yang akan didirikan di Kota Malang mulai menarik perhatian masyarakat. Ratusan calon siswa telah mendaftar untuk tahun ajaran 2025/2026, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah merencanakan pembukaan tujuh rombongan belajar (rombel) untuk menampung siswa dari keluarga kurang mampu.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan bahwa peminat Sekolah Rakyat cukup tinggi, meski tidak semua pendaftar lolos tahap seleksi awal.

“Jumlah pendaftar lebih dari 240 orang. Namun setelah melalui proses profiling dan asesmen, hanya sekitar 140 siswa SMP dan 77 siswa SMA yang memenuhi kualifikasi,” ujar Donny.

Rombel yang akan dibuka terdiri atas empat rombel jenjang SMP dan tiga rombel jenjang SMA. Donny menjelaskan, rombel SMP berada di bawah kewenangan Pemkot Malang dan akan berlokasi di asrama Gedung Poltekom, Kota Malang. Sementara rombel SMA akan menempati gedung milik Pemprov Jawa Timur di Jalan Kawi.

“Praktis, untuk tahun ini akan ada empat rombel SMP dan tiga rombel SMA yang siap beroperasi,” imbuhnya.

Donny menegaskan bahwa seluruh calon siswa berasal dari kelompok masyarakat dalam desil 1 dan 2, yakni kategori miskin dan miskin ekstrem. Verifikasi data telah dilakukan oleh dinas terkait. Tahap berikutnya, para calon siswa akan menjalani tes kesehatan yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni 2025.

“Sesuai hasil verifikasi, semua pendaftar masuk kategori desil 1 dan 2. Tes kesehatan akan menjadi tahapan berikutnya, dan kami masih menunggu jadwal dari Kementerian Sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, program Sekolah Rakyat merupakan tindak lanjut dari kebijakan Menteri Sosial yang mendorong pengurangan bantuan tunai langsung dan lebih menitikberatkan pada pemberdayaan sosial dan ekonomi.

“Pak Menteri Sosial menegaskan bahwa ke depan bantuan lebih diarahkan ke pemberdayaan. Anak-anak diberi akses pendidikan, sementara orang tua akan mendapatkan pelatihan ekonomi dan pendampingan sosial,” pungkas Donny. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com