Gunakan DBHCHT, Disnaker Kabupaten Blitar Dorong Anak Muda Kuasai Digital Marketing

Disnaker Kabupaten Blitar menggelar pelatihan digital marketing bagi 25 pencari kerja. (blok-a.com/Fajar)
Disnaker Kabupaten Blitar menggelar pelatihan digital marketing bagi 25 pencari kerja. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2024 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blitar, jumlah pengangguran Kabupaten Blitar sebanyak 34,859 orang atau 4,77% dari angkatan kerja dengan pendidikan didominasi lulusan SMU/SMK dan S1.

Salah satu penyebabnya adalah sistem pendidikan dan pelatihan konvensional belum menghasilkan bakat kerja siap pakai sesuai kebutuhan dunia kerja.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar meluncurkan program Sang Kapten (Sertifikasi Angkatan Kerja Kompeten) yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi.

Plt Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Nanang Adi Putranto melalui Kabid Latihan Kerja, Produktivitas, dan Transmigrasi Disnaker Kabupaten Blitar, Latif Usman menyampaikan, program Sang Kapten ini, mengusung pola inovatif 3 in 1, yang mengintegrasikan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan magang kerja.

“Kami percaya bahwa dengan pendekatan ini, tenaga kerja di Kabupaten Blitar bisa lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja,” jelas Latif Usman, Selasa (27/5/2025).

Kegiatan ini didanai melalui DBHCHT Tahun Anggaran 2025. Dari total 383 pendaftar yang mengikuti seleksi, hanya 25 peserta terbaik yang berhasil lolos, terdiri dari 20 peserta umum dan 5 perwakilan dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI).

“Mereka terpilih karena dianggap memiliki potensi serta semangat yang tinggi untuk menyerap ilmu dan praktik dalam digital marketing,” tandasnya.

Pelatihan vokasi yang berlangsung selama 10 hari dari 6 hingga 16 Mei 2025 di Rest Area di wilayah Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar ini, mengusung konsep berbasis klaster kompetensi dan ditujukan bagi para pencari kerja yang ingin mengasah kemampuan dalam bidang pemasaran digital yang terus berkembang.

Setelah pelatihan, para peserta akan mengikuti uji kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Sertifikasi ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa keterampilan yang dimiliki peserta diakui secara resmi,” imbuhnya.

Tahapan terakhir dalam program ini adalah magang kerja yang dilaksanakan dari 20 hingga 24 Mei 2025 lalu, di berbagai Dunia Usaha dan Industri (DUDI) terkait.

“Magang adalah kesempatan emas bagi peserta untuk menerapkan ilmu yang didapat dan menambah pengalaman kerja,” ujar Latif.

Latif Usman, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana untuk menjembatani peserta menuju dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Ini bukan sekadar pelatihan teori. Kami siapkan peserta agar langsung bisa praktik, bahkan dilanjutkan dengan magang dan sertifikasi. Harapannya, mereka dapat langsung terjun dan memiliki daya saing yang tinggi,” tandasnya.

Pemanfaatan DBHCHT dalam program ini menjadi bukti nyata bahwa hasil cukai tembakau dapat kembali kepada masyarakat dalam bentuk pemberdayaan ekonomi.

“Disnaker Kabupaten Blitar berkomitmen untuk melanjutkan program-program serupa di masa mendatang, guna menghasilkan lebih banyak tenaga kerja terampil yang siap berkontribusi di pasar kerja,” pungkasnya. (jar/adv/kmf)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com