Usai Brexit, Puskemas Janti Perang Lawan Covid-19 dengan Janti Care, Apa Itu?

Puskesmas Janti
Puskesmas Janti - Foto: Elfran Vido

MALANG – Puskesmas Janti tak henti-henti membuat terobosan di bidang pelayanan. Setelah sukses besar lewat inovasi pelayanan untuk disabilitas bertajuk Brexit (Braille E Ticket and Extraordinary Access for Visual Disabilities), UPT (Unit Pelaksana Teknis) di bawah naungan Dinas Kesehatan Kota Malang itu membuat inovasi layanan bertajuk Janti Care.

Janti Care sendiri adalah pelayanan yang spesial diciptakan Puskesmas Janti untuk “perang” lawan pandemi Covid-19. Layanan ini mengurangi kontak fisik. Jadi, semua layanan yang ada di Puskesmas dirubah menjadi serba digital dan otomatis menggunakan aplikasi.

“Banyak layanan yang tersedia di Janti Care. Ada aduan online di masa pandemi, survei kepuasan masyarakat. Mesin antrian online, Konsultasi dengan dokter puskemas secara online, serta Puskemas Janti for education,” ujar Kepala Puskesmas Janti, Endang Listyowati, SKepNs MMKes, Jumat (16/10).

Wanita yang sudah menjabat sebagai Kepala Puskemas sejak tahun 2017 itu menyebut sejatinya Puskesmas yang dia ampu sudah melaksanakan program melalui online sejak bulan Juni. Namun, khusus untuk Janti care secara keseluruhan memang baru dimulai Agustus.

Endang menilai, program berbasis online yang baru dibuat pada Agustus 2020 lalu itu dinilai efektif di masa pandemi ini. Sebab, pasien tak perlu repot lagi datang untuk mendaftar kala ingin konsultasi.

Program ini meminimalisir antri berjubel di Puskemas. Dengan Janti Care masyarakat dengan mudah melakukan akses bermacam layanan melalui website dan sosial media Puskemas Janti.

“Masih banyak yang perlu kami kembangkan. Karena kami berangan-angan untuk membuat kartu pasien ber-barcode. Dalam kartu itu sudah berisi identitas, alamat, hingga ada E-rekam medis. Sehingga hanya sekali scan pemeriksaan dapat dengan cepat dilakukan,” tambahnya.

Untuk realisasi pengembangan hal tersebut, Endang mengaku perlu banyak perangkat SDM dan sarpras. Tapi menurutnya, untuk saat ini yang paling efektif adalah Mesin Antrian online. Karena mengurangi banyak baris antrian, jadi pengunjung tinggal datang dan konfirmasi.

“Pada hari-hari sebelum pandemi antrian kami bisa mencapai 200 hingga 250 antrian. Sedangkan pada masa pandemi hanya 150 saja. Apabila sudah kembali ke keseharian biasa, kami juga yang repot. Karena kita kan harus tetap beradaptasi dengan Kenormalan Baru,” tandasnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com