Banyuwangi, blok-a.com – Dalam upaya mendukung program swasembada pangan nasional, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi melaksanakan panen raya padi serentak seluas 367 hektare, Senin (7/4/2025).
Panen raya dilaksanakan di area persawahan kelompok tani Empol Gading di Dusun Lateng, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi.
Hadir pada kegiatan tersebut, selain Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Dandim 0825 Letkot (Arh) Joko Sukoyo, Danlanal Letkol Laut (P) Hafidz, serta Wakapolresta Banyuwangi, AKBP Teguh Priyo Wasono, juga Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Dwiana Puspita.
“Kami bersyukur Banyuwangi menjadi salah satu daerah lumbung pangan di Provinsi Jawa Timur. Kegiatan panen raya ini sebagai bentuk dukungan daerah pada program swasembada pangan nasional yang digagas oleh Presiden,” ujar Wabup Mujiono pada acara tersebut.
Menurut Mujiono, luas panen padi di Banyuwangi sejak Januari sampai Maret telah mencapai 21.075 hektare. Di Banyuwangi puncak panen raya akan terjadi pada bulan April-Mei dengan perkiraan luasan sebesar 26.493 hektare.
“Untuk itu, Pemkab terus mendorong produktivitas padi petani, dari rata-rata 6 ton perhektare, saat ini sudah bisa 7 ton per hektar. Alhamdulillah ini juga berkat kolaborasi dan dukungan TNI/Polri dan berbagai pihak yang ikut mendampingi,” ungkapnya.
Sebelumnya, lanjut Mujiono, untuk mencapai target swasembada pangan daerah yakni luas tanam padi dan serapan gabah petani oleh Bulog, telah dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama antara Pemkab, TNI/Polri, Gapoktan dan Bulog.
Mujiono memastikan,petani akan mendapatkan harga gabah yang setabil dengan harga 6.500 per kilogram yang diambil langsung di tingkat petani di sawah oleh Bulog.
“Harganya juga luar biasa, 6.500 per kilogram. Selain itu nanti akan ada peningkatan produktivitas panen setiap tahunnya 4 kali panen,” tambahnya.
Ke depan, Banyuwangi akan meningkatkan ketersediaan air baku melalui embung atau penampungan air di antaranya embung lider, kerawang dan Singolatri.
“Kami sudah mengajukan pembangunan tiga embung besar baru baik ke pemprov dan pusat. Ini melengkapi 337 bendungan daerah yang masih berfungsi dengan baik,” tegas Mujiono.
Selanjutnya untuk upaya lainnya, Pemkab juga membuat kebijakan dengan memperketat izin pembangunan di atas lahan persawahan.
“Selain itu, Pemkab juga mendorong produktivitas dengan penggunaan pupuk alternatif seperti pupuk hayati, POC (Pupuk Organik Cair) hingga optimalisasi mekanisasi pertanian,” jelasnya.
Sementara itu, Dandim 0825 Letkol (Arh) Joko Sukoyo mengatakan akan terus mendukung program pencapaian target swasembada pangan yang dilakukan daerah.
“Kami akan terus mengawal kesuksesan program swasembada pangan daerah dan memastikan Banyuwangi tetap menjadi daerah lumbung pangan,” tandasnya.
Panen raya yang dilakukan Forpimda Banyuwangi, merupakan bagian dari Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi bersama Presiden RI Prabowo.
Melalui sambungan virtual, Presiden Prabowo hadir langsung di Majalengka bersama petani untuk memanen padi.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan terimakasih atas kerja keras oleh seluruh pihak yang mampu mendorong capaian panen.
“Hari ini saya bangga, di saat banyak negara kekurangan pangan kita justru surplus. Di saat negara lain ada yang tidak punya telur kita justru ekspor. Saya minta kerja lebih keras lagi, menekan harga lebih rendah lagi sehingga tidak ada lagi rakyat yang tidak mendapatkan asupan protein,” ucap Presiden Prabowo.(kur/lio)









