Kota Malang, blok-a.com – Harga bahan pokok di Kota Malang terpantau stabil setelah Lebaran. Hal itu berdasarkan pantauan di Pasar Besar Malang, Kota Malang.
Salah satu pedagang, Nuryakin, menyatakan bahwa harga minyak goreng merek MinyaKita tidak mengalami kenaikan.
“MinyaKita masih stabil di Rp17.500 saat ini, harganya tidak naik dari sebelum Lebaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, minyak goreng tersebut masih menjadi favorit pembeli dan sering kali habis dalam waktu singkat.
“Masih tinggi peminatnya, saya jual MinyaKita sering habis. Habisnya itu cepat,” tambahnya.
Selain minyak goreng, harga gula juga tetap stabil di angka Rp17.000 per kilogram. Bahkan, komoditas telur ayam mengalami penurunan harga.
“Sebelumnya itu sempat Rp28 ribu satu kilo, sekarang Rp27 ribu,” kata Ida, pedagang cabai di Pasar Besar Malang.
Sementara itu, komoditas cabai mengalami penurunan harga yang signifikan. Namun, untuk harga cabai merah tetap stabil di Rp 45 ribu.
“Turun cabai rawit sekarang Rp90 ribu, saya ambil dari Pasar Gadang. Cabai merahnya dari Lumajang, pembeli ramai,” tambahnya.
Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menunjukkan bahwa rata-rata harga bahan pokok di Kota Malang cenderung stabil. Beras premium tercatat seharga Rp 14.833 per kilogram, beras medium Rp12.666 per kilogram, dan minyak goreng MinyaKita Rp 16.533 per liter. Sedangkan, minyak goreng kemasan premium dijual Rp 22.666 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 18.416 per liter, dan telur ayam Rp 26.583 per kilogram. Harga cabai merah besar mencapai Rp 48.166 per kilogram, cabai rawit Rp 85.333 per kilogram, serta daging ayam ras Rp 34 ribu per kilogram. (yog/bob)








