Kota Malang, blok-a.com – Pertumbuhan ekonomi Kota Malang mengalami penurunan pada tahun 2024. Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berkomitmen mencari solusi untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi kembali di tahun 2025.
Menurut rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Malang tercatat sebesar 5,41 persen pada tahun 2024, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6,07 persen.
Wahyu menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemetaan menyeluruh guna memahami penyebab penurunan tersebut.
“Iya memang ada pengaruh dari nasional dan provinsi. Tapi, kami akan detailkan lagi. Memang secara umum dari BPS menyatakan ada penurunan,” ujarnya, Rabu (5/3/2025).
Ia menegaskan bahwa hasil pemetaan ini akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat agar ekonomi Kota Malang kembali meningkat. Salah satu sektor yang menjadi fokus utama adalah perdagangan, yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi kota.
“Salah satunya itu (sektor perdagangan). Nanti kami lihat lagi, kami telusuri, untuk dicarikan solusi. Kami optimis 2025 ini pertumbuhan ekonomi naik,” tegasnya.
Selain perdagangan, Wahyu juga melihat potensi besar dalam Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk mendukung stabilitas ekonomi. Ia mencontohkan kerja sama dengan daerah penghasil komoditas tertentu, seperti Probolinggo untuk pasokan bawang, agar harga tetap stabil dan daya beli masyarakat tetap kuat.
“Daya beli masyarakat harus diperkuat dan harga serta stok harus bisa distabilkan,” tambahnya.
Sekadar informasi, berdasarkan data BPS Kota Malang, empat sektor utama yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2024 adalah perdagangan (29,22 persen), industri pengolahan (27,09 persen), konstruksi (12,43 persen), dan jasa pendidikan (7,19 persen). Selain itu, sektor transportasi dan pergudangan memiliki andil 12,63 persen, sementara bidang real estate berkontribusi 3,8 persen. (yog)









