Kapolres Mojokerto Ajak Semua Elemen Masyarakat Aktif Jaga Kamtibmas 

Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto saat bersama Forkopimca Sooko .(Blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto saat bersama Forkopimca Sooko .(blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, blok-a.com – Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Ihram Kustarto, S.H., S.I.K., M.Si., M.H. menghadiri silaturahmi bersama Forkopimca Sooko, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan perguruan silat di Pendopo Kantor Desa Sooko, Jumat (7/2/2025). Kegiatan tersebut bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif.

Selain itu, ajang tersebut juga menjadi momen pamit kenal Kapolsek Sooko yang baru, AKP Syaiful Isro’, S.H., yang menggantikan AKP Suwarso, S.H. Sebelumnya, Syaiful Isro’ menjabat sebagai Kapolsek Jatirejo.

Camat Sooko, Masluchman, S.H., M.Si., dalam sambutannya menyoroti sinergi Forkopimca dalam upaya penurunan kasus stunting di enam desa wilayah Sooko. Menurutnya, sinergitas antar instansi sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Dari Polsek, Koramil, Puskesmas, kader KB, hingga KUA harus terpadu. Butuh intervensi kita dan konvergensi dari desa. Evaluasi sudah aman, dana konvergensi juga aman. Tinggal bagaimana pendampingan kasus stunting dilakukan,” ujarnya.

Dari total 15 desa di Kecamatan Sooko, enam desa masih memiliki kasus stunting, yakni Desa Sooko, Japan, Kedungmaling, Modongan, Klinterejo, dan Mojoranu.

“Setiap bulan kami melakukan pendampingan agar stunting ini bisa segera pulih. Sinergitas sangat diperlukan, baik dalam pendampingan maupun sosialisasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Dalam arahannya, Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto meminta semua pihak menjaga kondusivitas wilayah Sooko. Berdasarkan data Polres Mojokerto, Sooko berada di urutan ketiga wilayah rawan pencurian kendaraan bermotor.

“Kejahatan terjadi karena dua faktor, yaitu pelaku yang merencanakan dan adanya kesempatan. Saya minta kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perguruan silat untuk ikut menjaga keamanan dan memberi sosialisasi agar masyarakat lebih waspada,” jelas Ihram.

Kapolres juga mengimbau masyarakat segera melapor jika terjadi peristiwa yang mengancam keselamatan, seperti perampokan dan pencurian dengan kekerasan.

“Mari kita ciptakan suasana yang jauh dari tindakan melawan hukum. Kalau ada kejadian yang mengancam keselamatan, laporkan langsung, bisa melalui nomor WA saya. Saya akan turun langsung bersama anggota,” tegasnya.

Kapolres turut berpesan kepada Kapolsek Sooko yang baru, AKP Syaiful Isro’, yang merupakan putra asli Sooko, agar mampu menjaga kepercayaan dan keamanan di wilayah tugasnya.

“Tantangan paling berat adalah bertugas di tanah kelahiran sendiri. Kalau Kapolsek kurang baik, tetangganya akan tahu, keluarganya juga akan tahu. Jadi, Kapolsek harus menjadi teladan bagi semua pihak,” pungkasnya.(sya/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com