Dispangtan Kota Malang Targetkan Tiga Kali Masa Tanam di 2025

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan.(blok-a.com/Yogga Ardiawan)
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan.(blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang menargetkan peningkatan intensitas masa tanam padi dan jagung hingga tiga kali dalam setahun pada 2025.

Langkah ini diambil sebagai solusi atas keterbatasan lahan pertanian yang tidak bisa diperluas.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengungkapkan bahwa sebelumnya masa tanam di Kota Malang hanya mencapai 2 hingga 2,5 kali dalam setahun.

“Sehingga harapan kami dari Dispangtan ini ke depan para kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bisa mendorong peningkatan menjadi tiga kali dalam setahun untuk meningkatkan hasil produksi. Karena di Kota Malang ini lahan pertanian tidak bisa menambah luasan, yang bisa hanya menambah masa tanam,” kata Slamet.

Meskipun bukan sebagai kota produsen utama, sektor pertanian di Kota Malang akan tetap dihidupkan. Pada periode tanam akhir 2024 hingga pertengahan 2025, lahan tadah hujan masih dapat dimanfaatkan untuk produksi padi dan jagung.

Slamet menerangkan, dalam satu kali masa tanam yang berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan, hasil panen jagung bisa mencapai 7-8 ton per hektare.

“Tapi produksi ini bergantung pada ketersediaan lahan, terutama di wilayah Kedungkandang. Jika dilakukan tumpangsari, luas tanam bisa lebih besar. Namun, jika petani menanam satu jenis komoditas dalam satu hamparan, maka hasilnya akan menyesuaikan dengan komoditi yang dipilih,” terangnya.

Untuk mendukung peningkatan produksi, Dispangtan Kota Malang juga telah menyediakan 600 kg benih jagung bagi 50 hektare lahan, sementara sisanya dipenuhi secara mandiri oleh petani.

Selain itu, bantuan 2.000 kg benih padi juga telah diusulkan untuk 2025, jumlah tersebut sama seperti tahun sebelumnya.

Dari sisi ketersediaan pupuk, pemerintah telah mengalokasikan sekitar 501 ton urea dan 625 ton NPK pada awal 2025.

Biasanya, alokasi ini akan bertambah di akhir tahun setelah adanya usulan dari petani, poktan, dan gapoktan yang dikirim ke provinsi dan pusat.

Selain pupuk, Dispangtan juga mengusulkan berbagai bantuan alat pertanian, seperti hand sprayer, hand tractor, jaring pengaman bulir padi, serta pestisida dan insektisida.

Petani yang membutuhkan dapat mengajukan permohonan melalui poktan dengan mengirimkan surat atau proposal.

“Harapan kami dengan optimalisasi ini, produksi pertanian di Kota Malang dapat terus meningkat,” tutup Slamet. (yog/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com