Kota Malang, blok-a.com – Proses pembangunan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, mendapat apresiasi dari Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo.
Hal itu dikatakan Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan seusai menerima kunjungan Menteri PU, Dody pada Sabtu (18/1/2025).
Iwan menerangkan, kedatangan Menteri Dody untuk melihat secara langsung proses pengelolaan sampah. Bahkan, Iwan mengaku mendapat pujian terkait dengan sistem pengelolaan sampah yang sudah diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
“Beliau menyampaikan bahwa penataan kawasan TPA ini luar biasa. Ini menjadi fokus awal untuk membangun kawasan pengelolaan sampah yang lebih baik,” ujar Iwan.
Pria nomer satu di lingkungan Pemkot Malang ini menambahkan, saat ini TPA Supit Urang menerima sekitar 500 ton sampah dari total 700 ton sampah harian Kota Malang.
Nantinya, ini direncanakan untuk dikembangkan lebih lanjut dengan fasilitas terpadu seperti komposting, pemilahan sampah, dan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) untuk mengolah 250 ton sampah per hari.
“Kami sedang menyiapkan lahan untuk TPST yang akan memproduksi RDF, sehingga sampah yang dikelola di TPA ini tidak hanya ditampung, tapi juga diolah menjadi produk yang bermanfaat dan mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tambahnya.
Menurutnya, apresiasi dari Menteri PU menunjukkan bahwa Pemkot Malang berkomitmen penuh terhadap target pengelolaan sampah berbasis TPST pada 2026 nanti.
Namun, Iwan menyebut masih ada tantangan yang harus dihadapi. Ia mengakui bahwa sekitar 1,3 ton sampah harian masih belum terkelola dengan baik.
Sehingga, ia berharap peran aktif masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran dalam membuang sampah pada tempat yang semestinya.
“Kami sedang mengidentifikasi solusi agar program pengelolaan sampah ini bisa tuntas di seluruh kota, bukan hanya parsial,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya percepatan pengelolaan 500 ton sampah yang masuk ke TPA, dengan 450 ton dialokasikan untuk sanitary landfill dan sisanya dikelola melalui TPST.
“Kami berharap melalui upaya terpadu ini, pengelolaan sampah tidak hanya menuntaskan masalah lingkungan, tapi juga memberikan manfaat ekonomi,” pungkasnya. (yog)








