Utamakan Perlindungan Anak, BIAS di Kota Malang Tetap Digelar di Tengah Pandemi

Puskesmas Janti
Puskesmas Janti - Foto: Elfran Vido

MALANG – Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kembali digelar. Event yang diadakan 2 kali setahun dan dilakukan secara serentak di seluruh kota di Indonesia ini bakal tetap dilaksanakan walau pandemi Covid-19 sedang menyerang. Di Kota Malang sendiri, BIAS akan dilaksanakan pada 5 Oktober 2020.

Saat ini, protokol kesehatan yang nantinya diterapkan saat program imunisasi BIAS tengah digodok terkait.

Sebagai informasi, BIAS wajib dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak sekolah tingkat dasar terhadap berbagai penyakit seperti campak, difteri dan tetanus. Biasanya siswa kelas 1,2,3 dan 5 akan disuntik selama BIAS dilangsungkan.

Puskesmas Janti, salah satu UPT (Unit Pelaksana Teknis) di bawah naungan Dinas Kesehatan Kota Malang mengakui instansi yang dia kelola sedang bersiap menyambut event rutinan ini. Pihak puskesmas masih dalam proses koordinasi internal maupun eksternal dengan pihak sekolah terkait perencanaan BIAS ini sendiri.

“Kita belum melakukan, tapi kita sudah menyiapkan persiapan teknisnya melalui rapat, soalnya ini program pemerintah wajib yang harus dilakukan. Apalagi di wilayah Janti ini rata-rata sekolah jumlah siswanya banyak, jadi ini gawe besar buat kita dan ini hal baru melakukan BIAS di tengah pandemi, jadi persiapannya harus matang,” tukas Kepala Puskesmas Janti, Endang Listyowati SKepNs MMKes, Jumat (2/10).

Di awal, Puskesmas Janti sudah mulai sosialisasi lewat daring ke sekolah-sekolah d ibawah naungannya terkait pelaksanaan BIAS ini sendiri. Endang menduga, prosesnya nanti akan lebih panjang dibanding BIAS sebelum pandemi.

“Karena kan anak sekolah juga libur, jadi kita nanti harus sesuaikan protokol kesehatannya, SOP-nya harus detail. Termasuk aturan physical distancing, kita bagi per kloter siswanya, jadi kemungkinan akan lebih panjang waktunya jika dibanding sebelum pandemi,” tambah wanita berjilbab itu.

Di tahun sebelumnya, BIAS biasa dilakukan di sekolah selama tiga atau empat hari saja. Namun kali ini karena pandemi, BIAS kemungkinan akan dilaksanakan berhari-hari. Mengingat Puskesmas akan melakukan pembagian siswa per harinya untuk meminimalisir kerumunan.

“Biasanya sehari bisa satu sekolah langsung 300 – 400 siswa. Kalau sekarang kita akan sesuaikan, mungkin akan kita buat jadwal, jam sekian berapa orang, lanjut jam sekian berapa lanjutannya, itu tentu akan memakan waktu, kita minta sekolah mengkondisikan siswanya,” kata Endang.

Untuk lokasi, sekolah tetap akan dijadikan lokasi pemberian imunisasi pada BIAS. Hanya saja, protokol kesehatan ketat bakal diterapkan dalam prosesnya. Puskesmas sebisa mungkin mencoba menyamakan jadwal dengan sekolah. Pasalnya, anak sekolah yang sebelumnya di rumah, harus dimasukkan ke sekolah untuk memperoleh imunisasi.

“Jadi kita anggap siswa yang datang sekolah itu dari zona merah, kita anggap mereka OTG (Orang Tanpa Gejala). Jadi kita petugas nanti tetap proteksi diri dengan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap. Kegiatan ini perlu dipikirkan matang-matang karena kondisi pandemi sekarang ini,” tandasnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com