Probolinggo, blok-a.com – Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Aat Kardono, SH, menyatakan siap merebut penghargaan bergengsi Piala Adipura 2024.
Kesiapan itu ditunjukkan dari solidnya leading sektor Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Probolinggo bersama stakeholder lain; RSUD, sekolah, dan kelompok masyarakat menyambut penilaian yang dilakukan tanggal 23-24 Oktober 2024.
Ada 26 obyek penilaian yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo, yang telah disodorkan by sistem ke Kementerian LHK.
Aat Kardono, mengatakan secara persyaratan pihaknya telah melengkapinya, baik administratif hingga dokumen kebijakan strategi daerah (Jakstrada).
Kesiapan itu dirasa cukup karena masyarakat secara habitual juga telah menunjukkan budaya hidup bersih, tidak buang dan bakar sampah sembarangan, dan tumbuh bank-bank sampah di pemukiman serta pengolahan sampah melalui 3R (reduce, reuse, recycle).
“Alhamdulillah, dalam penilaian selama dua hari kemarin telah berjalan lancar. Semoga dalam evaluasinya mendapat nilai tinggi dan meraih piala Adipura ke-11,” ujarnya.
Menurut Aat, meraih piala Adipura, membutuhkan komitmen dan keseriusan bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dengan masyarakat.
“Peran serta masyarakat yang mindset-nya berubah akan kebersihan, jadi kunci keberhasilan,” ujarnya.
Segala upaya Pemkab Probolinggo melalui DLH tak henti dilakukan.
Di sektor lain, yakni kesehatan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, dan keberadaan bank sampah yang sebelumnya, masih bertahan.
“Kita tahun ini sangat siap, terutama soal pemanfaatan, pendauran ulang dan neraca penanganan sampah hingga pemrosesan akhir sampah, sangat baik,” tegasnya.
“Semua itu sudah masuk dokumen Jakstrada,” imbuhnya.
Pada Oktober 2024, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia serentak melakukan penilaian daerah yang akan masuk penerima Piala Adipura, salah satunya Kabupaten Probolinggo.
Untuk penilaian Adipura ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah memiliki pengelolaan sampah di atas 50 persen.
Untuk itu diambil sampel beberapa titik terutama di pengolahan sampah tempat pemrosesan akhir (TPA) Kraksaan.
Pengolahan sampah ini memanfaatkan fungsi TPS 3R di masyarakat, melalui metode pemilahan sampah organik dan anorganik.
Menurut Aat, penilaian Adipura yang dilaksanakan, tanggal 23-24 Oktober 2024, ini menerjunkan masing-masing dua orang penilai dari DLH Provinsi Jatim dan Kementerian LHK.
Dia lantas menjelaskan kepada masyarakat, bahwa penghargaan Adipura ini, sebagai bentuk insentif kepada kabupaten/kota dengan kinerja baik dalam pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau.
Penghargaan Adipura kepada kabupaten/kota itu dalam bentuk Adipura Kencana, Adipura, Sertifikat Adipura, dan Plakat Adipura.
Penyelenggaraan penghargaan Adipura sebagai salah satu medium afirmatif atas upaya mewujudkan peningkatan kualitas lingkungan hidup yang berkelanjutan di Indonesia.
“Ke depan program ini harus terus diperkaya dengan ragam inovasi, sehingga mampu menyesuaikan dengan kebijakan lini zaman serta perubahan arah kebijakan resensi program Adipura senantiasa terjaga,” ulasnya.
Bahkan penghargaan Adipura ini juga untuk memastikan keterlibatan berbagai elemen terutamanya komitmen dan kinerja pimpinan daerah, melibatkan peran serta masyarakat secara luas dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Sekadar diketahui, Pemkab Probolinggo telah meraih piala Adipura sebanyak 10 kali, 8 kali piala Adipura, dan dua kali sertifikat Adipura (2015 dan 2013). Piala Adipura terakhir diraih 2019.
Sejumlah titik-titik pantau penilaian Adipura 2024 antara lain, Yakni, perkantoran yakni Mall Pelayanan Publik, Pantai Bentar, Sungai Rondoningo, TPA Seboroh, Pasar Semampir, Puskesmas Kraksaan, SMPN 2 Kraksaan, Jalan Panglima Sudirman, Saluran Terbuka Sidomukti, Sungai Kertosono, Pertokoan Kraksaan, Sungai Kandangjati, Jalan dr Sutomo, Taman SL Park, RSUD Waluyo Jati, Hutan Kota Kraksaan, Perumahan Bumi Bulu Indah/Bank Sampah, Perumahan Semampir/Bank Sampah, TPST Sukomulyo Pajarakan, TPST Kraksaan, Kantor Bupati Kraksaan, Alun-alun Kraksaan, Jalan Imam Bonjol, SMAN 1 Kraksaan, SD Patokan 1 Kraksaan, dan Perumahan POH 2 Paiton.(kim/adv)








