Hadiri Puncak Festival Pencak Macan Ke-10, Ini Kata Ketua DPRD Gresik

Teks foto : Syahrul Munir ketua DPRD Gresik (tengah) berpose bersama para pesilat di Festival Pencak Macan, Lumpur, Gresik. (blok-a.com/ivan)

Gresik, blok-a.com – Lestarikan warisan budaya leluhur, Paguyuban Seni Tradisi Lumpur Gresik (PSTLG) dan Karang Taruna (Kartar) Pangaskaro Kelurahan Lumpur, Gresik sukses menggelar Festival Seni Tradisi Pencak Macan ke-10.

Acara yang digelar selama dua hari yakni mulai Jumat (11/10/2024) malam dan berlanjut pada Sabtu (12/10/2024) malam di Gadukan Ikan, Kelurahan, Lumpur, kecamatan Gresik ini diikuti sekitar 21 perguruan silat dari berbagai daerah di Kabupaten Gresik.

Para peserta kompetisi Pencak Macan, tampil memukau masyarakat Lumpur dan sekitarnya yang menyaksikan para pesilat saat beradu keahlian dalam seni bela diri dalam festival ini.

Disela kesibukannya, Syahrul Munir Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik nampak menyempatkan diri hadir menyaksikan penampilan para peserta Pencak Macan pada malam puncak Acara.

Syahrul menilai, Tradisi budaya yang baik di kabupaten Gresik harus dilestarikan. Syahrul juga mengapresiasi para penyelenggara yang terdiri dari generasi muda maupun tua sehingga acara ini bisa sukses diadakan.

“Nah ini pelestarian Seni tradisi (budaya pencak macan) justru yang jadi pelopor ada di Lumpur dan sekitar pesisir Gresik utara,” kata Syahrul Munir kepada Blok-a.com, Sabtu (12/10/2024) malam.

Sebagai perwakilan pemerintahan daerah, Politisi dari partai PKB ini menyatakan, bersama pihak terkait akan terus memberikan support serta membina anak-anak muda yang terus berkelanjutan pada kegiatan yang bertujuan untuk pelestarian budaya di kabupaten Gresik.

“Melihat perkembangan tradisi budaya di gresik yang semakin berkembang, sebagai perwakilan pemerintahan Gresik nanti bersama dinas terkait akan kami coba rumuskan. Sehingga nanti muncul atlit silat yang berasal dari Gresik bisa berprestasi di tingkat Nasional bahkan Internasional,” ujarnya.

Mantan Bendahara Ansor Gresik ini juga menginginkan ekosistem perkembangan budaya warisan leluhur di Kabupaten Gresik semakin berkelanjutan.

“Menjadi tanggungjawab kita semua menjaga tradisi peninggalan budaya yang baik. Yang muda harus tetap semangat, yang tua harus tetap support dan Pemerintah Daerah harus menfasilitasi,” ungkapnya.

Terpisah, Ahmad Fasolin Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Lumpur menuturkan, Pencak Macan secara resmi telah diakui sebagai warisan aset tak benda milik Kabupaten Gresik, Khususnya Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.

“Kita perlu mengingat bahwasanya kesenian nasional berasal dari kesenian daerah. Ibarat seperti pohon, maka tidak ada kesenian nasional tanpa ada kesenian dari daerah,” kata Cak Mamat sapaan akrabnya, sabtu (12/10/2024).

Cak Mamat berharap, acara Festival Seni Tradisi Pencak Macan ini bisa terus terselenggara ditahun-tahun berikutnya.

“Dengan harapan kita bersama bisa terus melestarikan dan mengembangkan salah satu warisan budaya dari leluhur terdahulu yakni pencak macan,” ucapnya.(Ivn)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com