Kota Malang, blok-a.com – PD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang sudah siap untuk menyambut Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah dan menggelar proses penyembelihan hewan kurban yang diperkirakan mencapai ratusan ekor.
Deddy, perwakilan Bagian SDM PD RPH Kota Malang, menyampaikan perkiraan jumlah hewan yang akan disembelih tahun ini, dengan sekitar 168 ekor sapi dan sejumlah kambing yang akan tersedia.
Untuk menjamin kelancaran proses penyembelihan, RPH Kota Malang telah menyiapkan 4 tim penyembelih. Tiga tim berasal dari pihak yang berkurban, sementara satu tim lainnya berasal dari staf tetap RPH.
“Pemilik hewan kurban memiliki kebebasan untuk memilih siapa yang akan menyembelih hewan kurban mereka,” jelas Deddy.
Proses penyembeliha hewan kurban akan dilaksanakan selama tiga hari, namun yang perlu dicatat adalah hewan kurban maksimal masuk RPH pada hari pertama idul adha. Hewan yang masuk pada hari-hari berikutnya tidak lagi dihitung sebagai hewan kurban.
“Hewan kurban yang datang hingga hari pertama Idul Adha akan kami hitung sebagai sembelih kurban. Sedangkan hewan kurban yang tiba pada hari-hari berikutnya akan dihitung sebagai hewan untuk penyembelihan biasa.”
Daging dari hewan kurban yang telah disembelih akan didistribusikan kembali kepada para pemiliknya. Dalam hal ini, Deddy menjelaskan, mayoritas hewan kurban yang disediakan berasal dari wilayah Kabupaten Malang.
Meskipun RPH Kota Malang memiliki fasilitas penyembelihan tambahan di Cemorokandang yang berstatus sebagai Tempat Penyembelihan Hewan (TPH), namun RPH Kota Malang tetap menjadi pusat utama dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di wilayah ini.
“Mayoritas dari kabupaten. Ada juga di Cemorokandang, tapi pusatnya di sini karena menurut peraturan juga di sini,” terangnya.
Sebelum memasuki area penyembelihan di RPH Kota Malang, setiap hewan kurban akan melewati pemeriksaan kesehatan yang ketat oleh tim dokter hewan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua hewan dalam kondisi sehat sebelum proses penyembelihan dilakukan.
“Pasti di sini dipastikan bebas penyakit. Karena alurnya hewan datang, diperiksa oleh tim kesehatan yang melibatkan dokter hewan juga, baru boleh masuk,” terangnya. (art/bob)









