Kabupaten Malang, blok-a.com – Masjid Al Muhajirin terletak dalam perumahan Villa Bukit Sengkaling, Kelurahan Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Sebagai salah satu masjid terbesar di kawasan tersebut, banyak kegiatan Islami selama Ramadan masyarakat sekitar yang terpusat di Masjid Al Muhajirin.
Salah satu contohnya tentu adalah buka puasa bersama, yang menunya selurhnya berasal dari sumbangan dari masyarakat sekitar.
Bahkan, warga sekitar masjid mengantre untuk menyumbangkan menu berbuka puasa baik dalam bentuk takjil maupun makanan berat, hingga panitia takmir masjid memutuskan untuk membuat daftar giliran penyumbang.
Selama bulan Ramadan, suasana sore hari di masjid tersebut dapat dikatakan nyaman dan damai. Tak heran riuh para Jemaah terasa sejak sore hari.
Hal ini didukung dengan hawa lingkungan yang sejuk, pemandangan indah dari muka masjid yang dapat melihat penampakan Kota Malang dari atas, serta lantunan suara anak-anak yang bermain dan mengaji.
Puncaknya adalah saat sebelum berbuka, dimana Jemaah yang didominasi bapak-bapak muda dari lingkungan sekitar sudah berkumpul di area sekitar masjid. Beberapa orang terlihat sambil membawa anak-anak mereka dan membiarkannya bermain dengan teman-temannya.
Suasana berbuka bersama bulan Ramadan di masjid Al Muhajirin juga cukup khidmat, karena tidak ada Jemaah dewasa yang berebut makanan yang disediakan.
Sekelompok anak memang beberapa kali terlihat berebut, namun tawa bangga mereka saat ‘menang’ dari temannya mengindikasikan rebutan itu hanya gurauan saja.
Seusai buka bersama dan sholat maghrib berjamaah, para Jemaah masjid Al Muhajirin diberikan dua pilihan.
Mereka diperbolehkan untuk meniinggalkan lokasi jika ada keperluan lainnya, atau tetap siap di tempat untuk mendengarkan kajian-kajian yang disampaikan oleh ulama setempat.
Kajian tersebut cukup untuk mengisi waktu Jemaah menyambut datangnya adzan isya, yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian sholat tarawih khusus untuk bulan Ramadan.
Sholat tarawih di masjid Al Muhajirin tentunya sangat berhikmah dan tepat untuk para jamaah yang ingin menabung pundi-pundi pahala sebanyak-banyaknya, karena Imam tarawih biasanya membaca surat-surat Al Qur’an hingga sepanjang satu juz per harinya.
Tujuannya, saat hari raya Idul Fitri nanti seluruh jamaah yang mengikuti sholat tarawih dari awal hingga akhir dapat dikatakan telah mengkhatamkan Al Qur’an.









