Cerita Kedekatan Sutiaji Soal Ketua DPRD Kota Malang: Pernah Ditolak karena Faktor Agama

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika ketika kunjungan ke pura Marga Shirsa hari ini (10/8) (foto : Widya Amalia/Blok A)
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika ketika kunjungan ke pura Marga Shirsa hari ini (10/8) (foto : Widya Amalia/Blok A)

Kota Malang, Blok-a.com – Siapa sangka, sosok sang Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika pernah ditolak sebagai pemimpin.

Penyebabnya tidak lain hanya karena agamanya. Ya, sesuai dengan namanya, Made beragama Hindu. Kisah itu disampaikan oleh Wali Kota Malang Sutiaji ketika acara kunjungan ke Pura Marga Shirsa, Kamis (10/8/2023).

“Pada awalnya ada banyak yang menolak beliau (Made) ketika awal menjabat,” beber Sutiaji.

Pada saat itu, jelas Sutiaji, banyak orang meragukan kapasitas Made hanya karena agama. Memang, mayoritas anggota DPRD menganut agama Islam. Kala itu, keberadaan Made selalu kalah dalam forum. Akan tetapi Sutiaji bercerita, dia justru bersikap sebaliknya.

“Saya katakan pada mereka bahwa ini urusan negara,” lanjutnya.

Sutiaji bercerita dia adalah orang pertama yang mengakui keberadaan Made sebagai pemimpin. Kemampuan Made dalam memimpin akhirnya terbukti seiring waktu. Menurutnya karena urusan agama tidak membuktikan kapasitas seseorang dalam urusan negara. Agama juga tidak mempengaruhi seseorang dalam mengabdi pada negara.

Dari pengalamannya itu, Sutiaji lantas berharap agar kota Malang tetap menjadi kota yang memiliki toleransi tinggi. Dari sanalah dia rutin mengunjungi tempat ibadah umat beragama lain. Dia berharap agar umat beragama di kota Malang tetap mendapatkan hak beribadah yang aman dan nyaman.

Ternyata, peristiwa penolakan itu juga tidak hanya terjadi ketika sudah menjabat. Made juga sempat diragukan ketika hendak nyaleg. Pasalnya, ratusan caleg kala itu tidak satu agama dengan Made.

“Waktu itu ketika jadi caleg (calon legislatif) memang mayoritas muslim,”

Made kemudian berkata, kunci menjadi caleg adalah punya banyak suara.

“Jadi ya jadi caleg itu yang penting lulus SMA dan punya banyak teman. Percuma profesor, tidak banyak teman, tidak disukai jelas kalah,” kelakarnya.

Diketahui, Made sudah hidup dan tinggal di Kota Malang sejak umur 18 tahun. Dia telah menjabat sebagai ketua DPRD Kota Malang sejak 23 September 2019 silam. (mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com