Aksi Bunuh Diri di Kota Malang, Polisi Lakukan Kajian Jembatan dan Trauma Healing ke Kampus

Jembatan Suhat yang jadi tempat pria diduga bunuh diri di Kota Malang, Jumat(26/5/2023) (blok-a/bob)
Jembatan Suhat yang jadi tempat pria diduga bunuh diri di Kota Malang, Jumat(26/5/2023) (blok-a/bob)

Kota Malang, blok-a.com – Polisi bergerak untuk antisipasi warga Kota Malang yang mencoba bunuh diri melalui lompat jembatan.

Sebagai informasi, satu pemuda tewas setelah bunuh diri dengan melompat di jembatan Soekarno-Hatta atau Suhat Kota Malang beberapa hari lalu.

Hal ini pun membuat polisi mencoba untuk menginventarisir jembatan di lima kecamatan.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto telah menginstruksikan anggotanya mendata semua jembatan yang berpotensi untuk digunakan bunuh diri.

Jembatan di lima kecamatan tersebut semuanya akan diinventarisir dan didata

“Untuk banyaknya aksi bunuh diri. Kami sudah sampaikan ke seluruh kapolsek mendata dan meminimalisir jembatan yang digunakan bunuh diri,” ujarnya.

Buher, sapaan akrabnya, juga akan mengkaji seluruh jembatan yang berpotensi sebagai tempat bunuh diri.

Pengamanan seperti apa yang seharusnya diterapkan di jembatan-jembatan di Kota Malang agar tidak terjadi peristiwa bunuh diri lagi akan dikaji.

“Kami akan telaah seperti di Suhat apa harus diberi pelindung di jembatan seperti kawat di sekitar itu akan kami kaji,” kata dia.

Tak hanya itu, dia juga akan menggencerkan trauma healing ke sejumlah kampus di Kota Malang. Tujunnya supaya antisipasi mahasiswa atau pelajar yang sedang alami kesulitan hidup.

“Kami juga akan lakukan trauma healing ke kampus-kampus,” tuturnya.

Kajian itu nantinya akan dikoordinasikan dengan Pemkot Malang.

Harapannya kajian dari polisi ini mampu meminimalisir angka bunuh diri dan memberikan kenyamanan warga Kota Malang.

“Harapannya mampu membuat rasa nyaman ke masyarakat,” tutupnya. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com