Enam Jam Baru Padam, Kebakaran Pabrik Penggergajian Kayu Singosari Telan Kerugian Rp200 Juta

Proses pemadaman pabrik pengolahan serbuk kayu PT Aharu Cakra Indonesia di Singosari (Sumber : Damkar Kabupaten Malang)
Proses pemadaman pabrik pengolahan serbuk kayu PT Aharu Cakra Indonesia di Singosari (Sumber: Damkar Kabupaten Malang)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Proses pemadaman api di pabrik pengolahan serbuk kayu PT Aharu Cakra Indonesia membutuhkan waktu hingga enam jam. Atas kebakaran tersebut pemilik, harus menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Kebakaran pabrik pengolah serbuk kayu di Desa Ardimulyo, Singosari Kabupaten Malang itu terjadi Senin (6/2/2023) sekitar pukul 12.50 WIB.

Namun hingga kini penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan.

Sementara ini, Kapolsek Singosari, Kompol Ahmad Robial mengatakan dugaan penyebab kebakaran masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Pabrik Penggergajian Kayu di Singosari Terbakar, Damkar Kewalahan Padamkan Api

“Dugaan awal dari mesin oven pemanas serbuk kayu, sampai saat ini masih terus dilakukan penyelidikan,” ucap Robial singkat, saat dikonfirmasi, Selasa (7/03/2023).

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang, Sigit Yuniarto mengatakan proses pemadaman api di pabrik milik Sam (28) asal Desa Kidal, Kecamatan Tumpang membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Sebab, petugas PMK benar benar memastikan kobaran api benar benar padam, hingga dilakukan proses pembasahan.

“Bangunannya sekitar 25 meter x 30 meter. Karena dikhawatirkan terjadi kobaran api susulan proses pembasahan dilanjutkan sampai asap tidak keluar,” jelas Sigit saat dikonfirmasi kemarin, Senin (6/3/2023).

Sigit mengatakan, saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kebakaran pabrik Singosari ini.

“Untuk indikasi masih menunggu pihak kepolisian yang menginformasi,” katanya.

Disinggung terkait penanggulangan, lanjut Sigit, dirinya mengatakan proses pemadaman dilakukan sejak pukul 13.10 WIB sampai dengan pukul 19.00 WIB. Namun, beruntunya tidak ada korban jiwa atas kebakaran tersebut.

Atas peristiwa tersebut, kata Sigit, pemilik menanggung kerugian kurang lebih sebesar Rp 200 juta.

“Di lokasi tidak ada hidrant yang terpasang. Dari kebakaran ini pabrik diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta,” pungkasnya. (ptu/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com