Kota Malang, blok-a.com – Dua siswi SMAN 3 Malang mempunyai kisah positif selama pandemi Covid-19 kemarin. Dengan waktu luang yang banyak karena sekolah di rumah, keduanya mampu menelurkan karya.
Karya berupa buku antalogi itu kini dipamerkan di Gedung MCC pada Gelaran Creative Book Fair 2023, Jumat (3/3/2023).
Dua siswi SMAN 3 Malang itu adalah Noshafitria Harumi dan Sindy Cahya Vidya.
Kedua siswi kelas XI SMAN 3 Kota Malang ini telah menelurkan sebuah buku. Sekar berhasil menghasilkan buku dengan antologi puisi bertajuk Tafsir Cermin, sementara Sindy lewat kumpulan cerpennya berjudul Statis.
Sekar sendiri mengaku sudah suka menulis sejak usia dini. Sehingga kebiasaan menulis itu ia tularkan hingga membuat buku antalogi puisi itu.
“Saya waktu sudah sering mengeskpresikan ide-ide saya lewat coretan gambar,” ungkapnya.
Perempuan kelahiran tahun 2005 ini, menceritakan dari coretan tersebut akhirnya ia mulai sering menulis. Buku pertamanya ini merupakan kumpulan puisi yang ia buat dari 2020 hingga 2023.
Buku dengan judul Tafsir Cermin sengaja ia pilih karena banyak terinspirasi dari pengalaman maupun refleksi dirinya sendiri.
“Menurut saya setiap orang mampu menyelami diri sendiri karena manusia sebenarnya secara mikrokosmos manusia justru dapat melihat dunia dari persepsinya tersebut,” papar Sekar yang baru menghasilkan 1 buku ini.
Sementara Sindy menceritakan lebih banyak mengeksplorasi imajinasinya menjadi sebuah kisah cerita pendek.
“Statis adalah buku kedua saya, yang pertama adalah novelet berjudul Netra,” ujarnya.
Kumpulan cerpen Statis ini ia , garap sejak 2019 hingga 2023. Dan sepanjang masa pandemi COVID-19 yang memakan waktu hampir dua tahun itu kreativitasnya semakin berkembang.
“Pandemi ternyata membuat kreativitas saya semakin berkembang hingga dapat menyelesaikan buku ini,” imbuhnya.
Sindy mengaku selama ini tulisannya lebih ke arah fantasi, tak jauh dari seperti yang ditunjukkan dalam novelet maupun kumpulan cerpennya ini.
“Mungkin karena sejak kecil saya sering membaca buku cerita berbahasa Inggris bergenre sains fiksi,” ungkapnya.
Ke depan, Sindy sebenarnya ingin mengeksplorasi kisah-kisah Nusantara, terlebih tentang Malang.
“Sementara masih mencari referensinya,” tandasnya.
Kedua buku karya mereka ini dapat diperoleh di stan MNC Publishing selama pameran berlangsung.
Sementara itu, Lulut Edi Santoso, guru seni dan budaya di SMAN 3 Kota Malang, mengatakan
jika hobi menulis di kalangan pelajar harus bisa terus ditingkatkan apalagi hingga bisa menjadi sebuah buku.
“Sebagai informasi, membuat buku siswa yang diterbitkan dan mendapat legalitas dari kalangan profesional mendapat pengakuan setara dengan juara oleh nasional atau internasional. Sehingga besar peluangnya untuk masuk perguruan tinggi lewat jalur undangan,” tutupnya. (bob)









Balas
Lihat komentar