Terendah se-Jawa Timur, Sutiaji Pastikan Inflasi di Kota Malang Aman

Caption : Ilustrasi Wali Kota Malang, Sutiaji pantau harga bahan pokok di Pasar Oro Oro Dowo (dok. Humas Pemkot Malang)
Caption : Ilustrasi Wali Kota Malang, Sutiaji pantau harga bahan pokok di Pasar Oro Oro Dowo (dok. Humas Pemkot Malang for blok-a)

Kota Malang, blok-a.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang sebut angka inflasi di Kota Malang terendah seJawa Timur sekaligus di bawah Nasional, dari catatan BPS secara Mounth to Mounth (mtm) angka tersebut hanya sebesar 0,15%.

Wali Kota Malang, Sutiaji terus melalukan upaya untuk menekan angka inflasi. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penurunan inflasi di Kota Malang, inflasi 0,15% ini sekaligus menjadi stimulus positif teradap perjalanan inflasi di Kota Malang secara year to year.

Menganggapi hal ini, Sutiaji mengatakan inflasi memberikan dampak yang kuar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang. Oleh karena itu, berkaca pada tingkat inflasi sebelumnya, Sutiaji dengan sigap menginstruksikan jajarannya untuk mengalisa dan menentukan langkah agar inflasi dapati dikendalikan.

“Inflasi dan pertumbuhan ekonomi ini memiliki korelasi yang kuat, saling berkaitan satu sama lain, kalau inflasi tinggi pertumbuhan ekonomi terhambat, tetapi kalau stabil maka ya mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, inflasi Desember jadi acuan, saya instruksikan lewat asisten dua langsung dianalisa dan di tindak lanjuti sampai ini (inflasi) bisa terkendali,” terang Sutiaji saat ditemui di ruangannya.

Selalu ada dampak dari inflasi, kata Sutiaji. Pihaknya menyadari akan hal tersebut. Dirinya menyebutkan stabilnya tingkat inflasi akan membuat daya beli masyarakat akan meningkat.

Dengan demikian, Menurut Wali Kota Malang Sutiaji, inilah yang perlu diantisipasi oleh pihaknya dan stakeholder terkait agar posisi demand dan supply tetap berimbang.

“Yang jelas daya beli masyarakat pasti naik, pasti akan meningkat, ini yang patut kita waspadai. Makanya kita sudah siapkan langkah antisipasi, karena memang harus berkelanjutan, yang mana goal nya adalah keseimbangan antara permintaan dan penawaran,” tambahnya.

Terkait adanya panic buying dari masyarakat utamanya bahan kebutuhan pokok, Sutiaji tidak menampik dan menganggap itu merupakan konsekuensi logis. Namun, Sutiaji mengatakan sudah menyiapkan langkah langkah untuk hal itu.

” Konsekuensi logisnya bisa saja masyarakat melakukan itu (panic buying), tetapi saya harap masyarakat nggak melakukan ya. Tentu kita semua perlu sebijaksana mungkin dalam menggunakan keuangan kita, tidak perlu berlebihan dan kita sudah siapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi ini,” timpanya.

Lebih lanjut, Sutiaji telah memastikan melalui Bulog Kancab Malang bahwa ketersediaan bahan pokok di Kota Malang aman dan terkendali. Sutiaji juga menekankan pada pasar untuk tidak mengambil kesempatan dalam kondisi seperti ini sehingga kondusivitas ini tetap terjaga.

“Semuanya normal, ketersediaan sembako aman dan terkendali. Bulog sudah mengkonfirmasi itu, tinggal bagaimana perilaku pasar yang terjadi, tetapi saya sangat menghimbau jangan ada permainan pasar dan mengambil kesempatan, jadi mari kita jaga kondusivitas ini dengan baik,” tegasnya.

Diakhir, dirinya juga mengingatkan untuk seluruh stake holder untuk terus memantau dan mengawasi perkembangan kondisi yang ada di pasar, terlebih dengan kondisi menjelang puasa Ramadhan dan hari raya idul Fitri bulan Maret dan April yang akan datang.

“Monitoring ini nggak boleh kendur, harus tetap terstruktur dan berkelanjutan sesuai tugas masing-masing, apalagi ini sudah mendekati puasa dan hari raya idul Fitri, maka persiapan itu sudah dilakukan mulai sekarang,” tuturnya.

“Dari hulu sampai hilir, akan kita pastikan semuanya normal dan terkendali, harapan kami langkah ini akhirnya memberikan ketenangan pada masyarakat karena nggak ada kekurangan stok di pasar dan nggak ada lonjakan harga,” pungkas Sutiaji.

(ptu/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com