Blok-a.com – Jack Dorsey, Founder Twitter, membuat aplikasi baru bernama Bluesky untuk menyaingi Twitter yang sudah dibeli oleh Elon Musk.
Jack Dorsey yakin bahwa Bluesky akan dapat bersaing dengan produk Meta (Facebook, Instagram, Whatsapp) dan Twitter tentunya.
Setelah menjual Twitter kepada Elon Musk, Jack resmi menerima Beta User untuk Bluesky. Kemudian, setelah lolos Beta Test, Bluesky akan resmi dirilis.
Pada hari Selasa, Bluesky mengumumkan peta jalan protokol jaringan sosial terdesentralisasi, yang akan menjadi kode dasar di balik aplikasi.
Kode aplikasi akan memungkinkan data akun pengguna dipindahkan dari platform ke platform. Pengguna Bluesky akan dapat menggunakan akun mereka untuk masuk ke akun media sosial apa pun yang mengadopsi kode baru. Jadi satu akun akan memberi mereka akses ke semua media sosial favorit mereka.
CEO Bluesky Jay Graber mengunggah cuitan di Twitter yang mengatakan bahwa ia yakin dengan keputusan Bluesky untuk tidak menempelkan konten sosial media di blockchain.
“I’m confident in our decision to not put social media content on a blockchain. (Saya percaya pada pilihan kami untuk tidak menempelkan konten sosial media di blockchain)” ujar Jay dalam cuitan tersebut.
Ketika Dorsey meluncurkan proyek itu, dia berkata bahwa proyek Bluesky ini mandiri. Bluesky akan menerapkan prinsip-prinsip internet yang terbuka dan terdesentralisasi.
“The work must be done transparently in the open, not owned by any single private corporation, furthering the open and decentralised principles of the internet. (Proyek ini harus dilakukan secara transparan di tempat terbuka, tidak dimiliki oleh perusahaan swasta mana pun, memajukan prinsip-prinsip internet yang terbuka dan terdesentralisasi.)” ujar Dorsey. (bob)










Balas
Lihat komentar