Kesaksian Suporter Yang Selamat Tragedi Kanjuruhan Malang Asal Probolinggo

Reza Nailuhuda Hidayatullah salah satu Suporter Aremania yang selamat tak kuasa menahan tangis. (blok-a.com/Soni)

Probolinggo blok-a.com – Salah seorang suporter yang selamat dari tragedi stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan orang, mengaku malam saat kejadian itu didalam stadion terasa pengap karena gas Air mata yang ditembakkan petugas keamanan.

Reza Nailuhuda Hidayatullah (24), warga Kelurahan Sembertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, salah satu suporter yang selamat dalam tragedi stadion Kanjuruhan malang usai laga Arema FC vs Persebaya.

Menurut Reza kejadian itu bermula saat salah satu suporter dari Arema FC turun kelapangan memberikan kaos kepada kapten Arema FC. Sontak hal tersebut memicu sebagaian suporter yang berada di tribun penonton ikut turun.(04/10/22)

Hal itu memicu reaksi petugas keamanan dari TNI dan Polri menghalau agar suporter itu tidak turun kelapangan untuk menjaga kondusifitas, namun saking banyaknya suporter yang turun, petugas keamanan menjadi kewalahan dan lebih agresif.

” Saya tidak menyalahkan pihak aparat karena memang tugas mereka menjaga kondusifitas, namun yang saya sesalkan kenapa aparat mengeluarkan gas air mata, itupun kearah tribun penonton. Hal itu menyebabkan banyak penonton menjadi panik, mirisnya lagi ada penonton yang membawa anaknya,” ujarnya.

Reza juga menambahkan bahwasannya dirinya juga nyaris tewas dan sempat pingsan, beruntung ada temannya menolong dan segera ditangani tim medis.

” Alhamdulillah saya masih bisa selamat, tapi kejadian malam itu saya masih ingat, masih kebawa mimpi, apalagi ketika penonton panik keluar dari stadion saya sempat melihat ada seorang ibu- ibu yang menggendong anaknya, sambil berteriak-teriak anakku wes mati, anakku wes mati (anak saya sudah meninggal, anak saya sudah meninggal,” ujarnya sembari menirukan suara ibu-ibu dengan logat Jawa.

Kejadian stadion Kanjuruhan Malang merupakan bencana kedua setelah tragedi peristiwa pertandingan Peru vs Argentina yang memakan korban 328 jiwa dan 500 lainnya luka-luka. Sedangkan tragedi stadion malang, data korban meninggal 131 orang,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. (Inos)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com